Efektifkan Solusi eSIM Komdigi Atasi Penipuan Online? Pakar Siber Beberkan Faktanya!

Senin, 14 April 2025 - 13:44 WIB
Keyakinan bahwa eSIM sebagai solusi anti-fraud yang utama dianggap ilusi menyesatkan. Foto: ist
JAKARTA - Di tengah derasnya arus transformasi digital, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) gencar mendorong migrasi dari SIM fisik ke eSIM. Tujuannya mulia: membersihkan ruang digital Indonesia dari berbagai tindak kejahatan yang memanfaatkan layanan seluler, seperti penipuan digital, judi online, investasi bodong, dan aksi jahat lainnya.

Namun, di balik semangat Komdigi untuk menciptakan ruang digital yang lebih bersih, muncul keraguan dari para pengamat. Benarkah eSIM adalah peluru ajaib yang akan menamatkan riwayat penipuan lewat ponsel? Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, dengan tegas menyatakan keraguannya. Menurutnya, keyakinan bahwa eSIM sebagai solusi anti-fraud yang utama adalah sebuah ilusi menyesatkan.



Akar Masalah Bukan SIM, Melainkan Prosedur

Alfons berargumen bahwa inti permasalahan fraud layanan seluler di Indonesia bukanlah terletak pada bentuk SIM—apakah fisik, eSIM, atau bahkan iSIM yang tertanam langsung di prosesor. Akar masalahnya jauh lebih mendasar: prosedur pendaftaran layanan seluler yang longgar dan tidak disiplin.

“Mau pakai SIM, eSIM, atau iSIM sekalipun, kalau prosedur pendaftaran layanan seluler tidak dijalankan dengan disiplin dan benar, maka wacana menggunakan eSIM untuk menekan kejahatan seluler itu akan percuma," tegas Alfons.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!