Imbas Rekam Obrolan Pengguna Diam-diam, Apple Didenda Rp1,5 Triliun
Senin, 06 Januari 2025 - 12:10 WIB
Apple Didenda Rp1,5 Triliun. FOTO/ DAILY
LONDON - Apple telah setuju untuk membayar sebesar USD95 juta atau setara Rp1,5 triliun setelah terbukti merekam pembicaraan pengguna iPhone secara diam-diam menggunakan Siri selama lebih dari satu dekade.
BACA JUGA - Tiga Pejabat Top Apple Tinggalkan Proyek Mobil Otonom Apple
Melansir Reuters, pemilik perangkat iPhone mengeluh bahwa Apple secara rutin merekam percakapan pribadi mereka setelah mereka mengaktifkan Siri secara tidak sengaja. Mereka diduga mengungkapkan percakapan tersebut kepada pihak ketiga, seperti pengiklan.
Seperti diketahui, Siri merupakan fitur asisten virtual pada iPhone, iPad, dan perangkat Apple lainnya. Fitur ini memungkinkan pengguna Apple mengoperasikan perangkat mereka hanya dengan menggunakan perintah suara.
Fitur perintah suara tersebut biasanya akan beroperasi ketika pengguna menyebutkan kata kunci, yaitu "Hai Siri". Setelah itu, fitur Siri akan aktif dan pengguna hanya tinggal menyebutkan apa yang ingin mereka cari.
Dua penggugat mengatakan penyebutan sepatu kets Air Jordan dan restoran Olive Garden memicu iklan untuk produk tersebut. Sementara pengguna lain mengatakan mendapat iklan untuk perawatan bedah bermerek setelah mendiskusikannya dengan dokter pribadinya.
BACA JUGA - Tiga Pejabat Top Apple Tinggalkan Proyek Mobil Otonom Apple
Melansir Reuters, pemilik perangkat iPhone mengeluh bahwa Apple secara rutin merekam percakapan pribadi mereka setelah mereka mengaktifkan Siri secara tidak sengaja. Mereka diduga mengungkapkan percakapan tersebut kepada pihak ketiga, seperti pengiklan.
Seperti diketahui, Siri merupakan fitur asisten virtual pada iPhone, iPad, dan perangkat Apple lainnya. Fitur ini memungkinkan pengguna Apple mengoperasikan perangkat mereka hanya dengan menggunakan perintah suara.
Fitur perintah suara tersebut biasanya akan beroperasi ketika pengguna menyebutkan kata kunci, yaitu "Hai Siri". Setelah itu, fitur Siri akan aktif dan pengguna hanya tinggal menyebutkan apa yang ingin mereka cari.
Dua penggugat mengatakan penyebutan sepatu kets Air Jordan dan restoran Olive Garden memicu iklan untuk produk tersebut. Sementara pengguna lain mengatakan mendapat iklan untuk perawatan bedah bermerek setelah mendiskusikannya dengan dokter pribadinya.
Lihat Juga :