Microsoft Tuding Rusia dan China Melakukan Serangan Siber Besar-besaran

Senin, 21 Oktober 2024 - 09:52 WIB
Hacker lakukan serangan besar-besaran. FOTO/ DAILY
NEW YORK - Pejabat keamanan nasional dan pakar keamanan siber Amerika Serikat menuding Rusia dan Cnina melakukan serangan siber secara besar-besaran.

BACA JUGA - Hacker Rusia Berencana Kendalikan Jaringan Satelit AS



Para analis Microsoft menemukan, dalam satu contoh, bahwa kelompok peretas kriminal yang memiliki hubungan dengan Iran menyusup ke sebuah situs kencan Israel dan kemudian mencoba menjual atau menebus informasi pribadi yang mereka peroleh.

Microsoft menyimpulkan bahwa para peretas memiliki dua motif: mempermalukan warga Israel dan menghasilkan uang.

Pada kasus lainnya, para penyelidik mengidentifikasi jaringan kriminal Rusia yang menyusup ke lebih dari 50 perangkat elektronik yang digunakan oleh militer Ukraina pada bulan Juni, yang tampaknya mencari akses dan informasi yang bisa membantu invasi Rusia ke Ukraina. Tidak motif keuangan yang jelas bagi kelompok ini, selain dari pembayaran yang mungkin mereka terima dari Rusia.

Bagi negara seperti Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, yang memiliki hubungan dengan kelompok peretasan, bekerja sama dengan penjahat siber menawarkan perpaduan antara kenyamanan dan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!