Krisis CrowdStrike: Pelajaran Penting tentang Keamanan Siber dan Manajemen Pembaruan

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:10 WIB
Seluruh dunia telah mengikuti berita tentang pemadaman TI global yang berdampak pada ribuan entitas bisnis di seluruh dunia, termasuk bandara dan perbankan. Foto: ist
JAKARTA - Dunia dikejutkan oleh pemadaman teknologi global yang melumpuhkan ribuan bisnis, termasuk bandara dan bank, akibat masalah pembaruan perangkat lunak dari vendor keamanan siber CrowdStrike.

Insiden ini menyoroti pentingnya manajemen pembaruan yang ketat dan tanggung jawab vendor dalam menjaga keamanan siber.



Dampak Luas dan Pemulihan yang Rumit

Laporan media mengindikasikan bahwa ratusan atau bahkan ribuan perusahaan terdampak, dengan perangkat yang harus di-boot ulang secara manual ke mode aman. Proses pemulihan yang rumit ini memperpanjang waktu gangguan dan menimbulkan kerugian besar bagi bisnis yang terkena dampak.

Tanggung Jawab Vendor Keamanan Informasi

Alexander Liskin, Head of Threat Research di Kaspersky, menekankan pentingnya tanggung jawab vendor keamanan informasi dalam memastikan kualitas pembaruan yang mereka rilis. "Di Kaspersky, semua pembaruan disertai dengan sejumlah besar pengujian dan pemeriksaan internal. Hingga disetujui, rilis tersebut tidak akan diluncurkan ke pelanggan," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!