Tumbuhan Tertua di Dunia Berusia 1.400 Tahun Ditemukan di Dasar Laut
Minggu, 16 Juni 2024 - 18:11 WIB
Tumbuhan Tertua di Dunia Berusia 1.400 Tahun . FOTO/ IFL SCIENCE
Di dunia ini, terdapat banyak spesies yang hidup dengan umur panjang yang mengejutkan. Hiu Greenland , contohnya, bisa hidup hingga 400 tahun, dan kerang bahkan bisa mencapai usia lebih dari 507 tahun jika tidak dibunuh.
BACA JUGA - Lani, Dinosaurus Mirip Raptor yang Makan Tumbuhan
Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan tumbuhan laut tertua di dunia, dengan usia yang luar biasa: 1.400 tahun.
Seperti dilansir Unilad, Minggu (16/6/2024), ditemukan di Laut Baltik, tanaman ini adalah klon lamun dari spesies Zostera marina, atau yang dikenal sebagai eelgrass. Para ilmuwan menggunakan jam genetik inovatif untuk menentukan usia tumbuhan laut ini.
Klon lamun menghasilkan ramet, individu dalam klon yang dapat terpisah dan hidup mandiri. "Reproduksi vegetatif sebagai cara reproduksi alternatif tersebar luas di dunia hewan, jamur, dan tumbuhan," jelas pemimpin penelitian Dr. Thorsten Reusch, Profesor Ekologi Kelautan di GEOMAR Helmholtz Center for Ocean Research Kiel, dalam sebuah pernyataan.
Variasi genetik dalam ramet ini dapat digunakan untuk menentukan umurnya. Mutasi dapat terjadi selama pertumbuhan tubuh utama organisme, dan mutasi ini dapat menjadi permanen dan terakumulasi dalam ramet keturunannya. Jam ini bekerja dengan membandingkan tanaman yang akan diukur umurnya dengan ramet keturunannya, dan menentukan umurnya berdasarkan perbedaannya.
BACA JUGA - Lani, Dinosaurus Mirip Raptor yang Makan Tumbuhan
Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan tumbuhan laut tertua di dunia, dengan usia yang luar biasa: 1.400 tahun.
Seperti dilansir Unilad, Minggu (16/6/2024), ditemukan di Laut Baltik, tanaman ini adalah klon lamun dari spesies Zostera marina, atau yang dikenal sebagai eelgrass. Para ilmuwan menggunakan jam genetik inovatif untuk menentukan usia tumbuhan laut ini.
Klon lamun menghasilkan ramet, individu dalam klon yang dapat terpisah dan hidup mandiri. "Reproduksi vegetatif sebagai cara reproduksi alternatif tersebar luas di dunia hewan, jamur, dan tumbuhan," jelas pemimpin penelitian Dr. Thorsten Reusch, Profesor Ekologi Kelautan di GEOMAR Helmholtz Center for Ocean Research Kiel, dalam sebuah pernyataan.
Variasi genetik dalam ramet ini dapat digunakan untuk menentukan umurnya. Mutasi dapat terjadi selama pertumbuhan tubuh utama organisme, dan mutasi ini dapat menjadi permanen dan terakumulasi dalam ramet keturunannya. Jam ini bekerja dengan membandingkan tanaman yang akan diukur umurnya dengan ramet keturunannya, dan menentukan umurnya berdasarkan perbedaannya.
Lihat Juga :