Minta Bantuan AI, Microsoft Temukan Bahan Pengganti Litium-ion
Jum'at, 12 Januari 2024 - 22:43 WIB
Microsoft Temukan Bahan Pengganti Litium-ion. foto / THE VERGE
CUPERTINO - Microsoft, berkolaborasi dengan Laboratorium Nasional Pacific Northwest Departemen Energi dan dibantu artificial intelligence (AI) berhasil menemukan bahan alternatif pengganti litium-ion. Temuan ini diklaim dapat mengurangi ketergantungan dunia akan litium-ion dalam memproduksi baterai.
BACA JUGA - Kecerdasan Buatan Google Mulai Bisa Digunakan
Seperti diketahui, baterai litium-ion sendiri mengandalkan litium dan logam tanah sebagai bahan bakunya. Meskipun bahan tersebut menawarkan sumber energi yang efisien dengan siklus hidup yang lebih lama, nyatanya mereka dapat menimbulkan masalah dan sulit di daur ulang.
Microsoft dan Laboratorium Nasional Pacific Northwest Departemen Energi memanfaatkan AI dan platform cloud Azure Quantum Elements, untuk mempercepat proses penelitian yang memakan waktu terhadap material yang tidak ditemukan di alam. Dah akhirnya mereka berhasil menemukan bahan baru tersebut.
Sebagaimana dihimpun dari Techspot, Jumat (12/1/2024), dalam menghasilkan temuan, Microsoft melatih model AI menggunakan jutaan titik data dari simulasi, sehingga menghasilkan prediksi properti material 1.500 kali lebih cepat dibandingkan dengan penghitungan teori fungsional kepadatan tradisional.
Proses seleksi dimulai dengan 32,6 juta kandidat material dan algoritma AI yang mengidentifikasi 500.000 material yang diprediksi stabil. Setelah menyaring properti fungsional, kelompok tersebut selanjutnya dipersempit menjadi 800 kandidat potensial. Memanfaatkan simulasi "yang dipercepat AI" untuk mengeksplorasi sifat dinamis seperti difusivitas ionik, tim Microsoft Quantum mempersempit pilihan menjadi 150 material.
BACA JUGA - Kecerdasan Buatan Google Mulai Bisa Digunakan
Seperti diketahui, baterai litium-ion sendiri mengandalkan litium dan logam tanah sebagai bahan bakunya. Meskipun bahan tersebut menawarkan sumber energi yang efisien dengan siklus hidup yang lebih lama, nyatanya mereka dapat menimbulkan masalah dan sulit di daur ulang.
Microsoft dan Laboratorium Nasional Pacific Northwest Departemen Energi memanfaatkan AI dan platform cloud Azure Quantum Elements, untuk mempercepat proses penelitian yang memakan waktu terhadap material yang tidak ditemukan di alam. Dah akhirnya mereka berhasil menemukan bahan baru tersebut.
Sebagaimana dihimpun dari Techspot, Jumat (12/1/2024), dalam menghasilkan temuan, Microsoft melatih model AI menggunakan jutaan titik data dari simulasi, sehingga menghasilkan prediksi properti material 1.500 kali lebih cepat dibandingkan dengan penghitungan teori fungsional kepadatan tradisional.
Proses seleksi dimulai dengan 32,6 juta kandidat material dan algoritma AI yang mengidentifikasi 500.000 material yang diprediksi stabil. Setelah menyaring properti fungsional, kelompok tersebut selanjutnya dipersempit menjadi 800 kandidat potensial. Memanfaatkan simulasi "yang dipercepat AI" untuk mengeksplorasi sifat dinamis seperti difusivitas ionik, tim Microsoft Quantum mempersempit pilihan menjadi 150 material.
Lihat Juga :