Ini Penyebab Racun Ular Cepat Menyebar dalam Aliran Darah
Jum'at, 16 Juni 2023 - 18:04 WIB
Ular Boomslang adalah bagian dari Colubridae dan merupakan spesies bertaring belakang, yang berarti gigi pembawa racunnya berada di bagian belakang mulut. Schmidt meninggal dalam waktu 24 jam dan autopsi mengungkapkan pendarahan internal yang luas di tubuhnya.

Menurut Ronald Jenner, seorang peneliti racun, dalam racun ular Boomslang ada sekelompok komponen enzim yang disebut snake venom metalloproteinases (SVMP). Enzim SVMP secara khusus hadir dalam bisa ular berbisa yang dapat menghancurkan membran luar pembuluh kapiler dan pendarahan internal.
Dalam beberapa kasus enzim SVMP dapat mengaktifkan sistem pembekuan darah, sehingga menyebabkan penggumpalan di sekitar sistem peredaran darah. Enzim ini memiliki kemampuan untuk memblokir pembuluh darah dan menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Schmidt menyimpan catatan harian yang mendetail tentang gejalanya, mulai dari gigitan hingga bagian ibu jarinya yang berdaging hingga jam-jam menjelang kematiannya. Dia melaporkan demam, mual hebat, muntah, nyeri dan pendarahan dari gusi, hidung dan usus serta berbagai efek samping lainnya.

Menurut Ronald Jenner, seorang peneliti racun, dalam racun ular Boomslang ada sekelompok komponen enzim yang disebut snake venom metalloproteinases (SVMP). Enzim SVMP secara khusus hadir dalam bisa ular berbisa yang dapat menghancurkan membran luar pembuluh kapiler dan pendarahan internal.
Dalam beberapa kasus enzim SVMP dapat mengaktifkan sistem pembekuan darah, sehingga menyebabkan penggumpalan di sekitar sistem peredaran darah. Enzim ini memiliki kemampuan untuk memblokir pembuluh darah dan menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Schmidt menyimpan catatan harian yang mendetail tentang gejalanya, mulai dari gigitan hingga bagian ibu jarinya yang berdaging hingga jam-jam menjelang kematiannya. Dia melaporkan demam, mual hebat, muntah, nyeri dan pendarahan dari gusi, hidung dan usus serta berbagai efek samping lainnya.
(wib)
Lihat Juga :