Peneliti Temukan Ekosistem Luar Biasa di Bawah Permukaan Bumi
Kamis, 30 Maret 2023 - 08:56 WIB
Para peneliti melaporkan bahwa ada sekitar 70 persen mikroba di planet ini yang hidup di bawah tanah. FOTO/ DAILY
LONDON - Para peneliti mengungkapkan adanya sebuah ekosistem luar biasa yang terletak di bawah planet Bumi. Ada miliaran mikroorganisme yang hidup bermil-mil jauhnya di bawah permukaan Bumi.
BACA JUGA - Hutan Mangrove Jaga Ekosistem Alam
Para peneliti melaporkan bahwa ada sekitar 70 persen mikroba di planet ini yang hidup di bawah tanah. Secara keseluruhan, mikroba ini mewakili 15 hingga 23 miliar ton karbon yang ratusan kali lebih besar dari massa karbon manusia di Bumi.
Hal ini menunjukkan bahwa keragaman genetik kehidupan di bawah Bumi mungkin sebanding atau bahkan lebih dari apa yang ada di atas permukaan. Maka dari itu, ilmuwan menyebut ekosistem ini Galapogos bawah tanah.
Ekosistem yang dimaksud bukanlah hewan-hewan besar seperti kura-kura, melainkan bakteri dan arkea yang mendominasi di bawah Bumi. Para peneliti juga menemukan nematoda yang tak dikenal pada kedalaman 1,4 kilometer di tambang emas Afrika Selatan.
Salah seorang penulis tersebut, Karen Lloyd mengatakan bahwa ia dan timnya beberapa tahun lalu mengambil sampel di beberapa situs yang dicurigai ada kehidupan di dalamnya.
BACA JUGA - Hutan Mangrove Jaga Ekosistem Alam
Para peneliti melaporkan bahwa ada sekitar 70 persen mikroba di planet ini yang hidup di bawah tanah. Secara keseluruhan, mikroba ini mewakili 15 hingga 23 miliar ton karbon yang ratusan kali lebih besar dari massa karbon manusia di Bumi.
Hal ini menunjukkan bahwa keragaman genetik kehidupan di bawah Bumi mungkin sebanding atau bahkan lebih dari apa yang ada di atas permukaan. Maka dari itu, ilmuwan menyebut ekosistem ini Galapogos bawah tanah.
Ekosistem yang dimaksud bukanlah hewan-hewan besar seperti kura-kura, melainkan bakteri dan arkea yang mendominasi di bawah Bumi. Para peneliti juga menemukan nematoda yang tak dikenal pada kedalaman 1,4 kilometer di tambang emas Afrika Selatan.
Salah seorang penulis tersebut, Karen Lloyd mengatakan bahwa ia dan timnya beberapa tahun lalu mengambil sampel di beberapa situs yang dicurigai ada kehidupan di dalamnya.
Lihat Juga :