Menkominfo Genjot Pengguna e-Commerce

Jum'at, 06 Maret 2015 - 12:12 WIB
Menkominfo Genjot Pengguna...
Menkominfo Genjot Pengguna e-Commerce
A A A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara terus menggenjot pengguna e-Commerce di Indonesia agar semakin banyak dan berkembang.

Untuk itu, hari ini Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan beberapa menteri terkait untuk membahas e-Commerce. Saat ini permasalahan e-Commerce yaitu multistakeholders.

Rudi menjelaskan, permasalah multistakeholder ini melibatkan banyak pihak dan banyak isu yang berkembang. Sehingga perlunya peran e-Commerce secara berkelanjutan dan banyak melibatkan kementerian.

"Isu yang terkait juga banyak misalnya logistik, infrastruktur, financing institution dan lainnya. Nanti, akan kita coba bahas payment gateway-nya seperti apa. Apakah bebas seperti sekarang yang menggunakan kartu kredit. Kemudian dari sisi perdagangan ini diaturnya harus minta izin atau daftar? Sedangkan di Kominfo peraturan menteri tahun lalu dimudahkan, hanya mendaftar saja," ujar Rudi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Namun, pada pertengahan tahun ini, Kominfo akan mengeluarkan peraturan bagaimana mensertifikasinya. Jadi kemudahan diberikan dalam konteks pengaturan, tapi tetap ada kontrol dan mekanisme yang harus ditetapkan.

"Ini juga berkaitan denga Bank Indonesia (BI). Karena payment gateway-nya seperti apa. Berkaitan juga dengan BKPM, karena sekarang masih terdaftar sebagai negatif investasi. Kemudian Badan Ekonomi Kreatif juga terlibat. Jadi banyak. Tadi kesepatakannya kita akan siapkan semacam roadmap, jangka waktunya 3-6 bulan harus tersedia," terang dia.

Rudi mengatakan, e-Commerce Indonesia masih kalah dengan China. Ini dilihat dari jumlah transaksi dari tahun ke tahun. Pada 2013 data menunjukan transaksi e-Commerce Indonesia mencapai USD8 miliar, dan tahun lalu mencapai USD12 miliar. Sementara, pada tahun depan diperkirakan di atas USD20 miliar.

"Di China pada 2014 e-Commerce-nya sendiri tiga kali dari APBN Indonesia. Tahun depan di atas USD20 miliar targetnya. Tentu ini kita harus sama-sama kementerian mengatur agar terintegrasi," pungkas dia.
(izz)
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
1 jam yang lalu
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
8 jam yang lalu
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
23 jam yang lalu
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
1 hari yang lalu
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
1 hari yang lalu
Infografis
Empat Fitur Canggih...
Empat Fitur Canggih yang Hanya Ada di Mobil Formula E
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved