Indonesia Bergabung Bangun Observatorium di Bulan

Senin, 23 Februari 2015 - 19:13 WIB
Indonesia Bergabung...
Indonesia Bergabung Bangun Observatorium di Bulan
A A A
BANDUNG - Indonesia diajak bergabung membangun observatorium di bulan oleh International Lunar Observatory Association (ILOA). Pembangunan observatorium di bulan itu, untuk memberikan gambaran lebih lengkap tentang galaksi. Selain itu, mendorong publik lebih banyak melakukan penelitian galaksi.

Steve Durst, dari International Lunar Observatory Association mengatakan penelitian terhadap antariksa kian berkembang. Awalnya penelitian lebih banyak tentang tata surya. "Namun penelitian terus berkembang. Setelah tata surya, bintang-bintang menjadi objek. Kini galaksi menjadi objek utama," ujarnya dalam kegiatan Galaxy Forum 2015 di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung, baru-baru ini.

Menurut Durst, sejumlah negara yang dikunjunginya, menyatakan ketertarikan untuk ikut terlibat dalam projek pembangunan observatorium di bulan tersebut. Durst mengatakan telah berkunjung ke Afrika, Tiongkok, Chili, Brazil. Hal itu pun menggugah kepedulian publik terhadap penelitian keantariksaan.

Thomas Djamaluddin dari LAPAN menyebutkan berdasarkan Undang-undang Keantariksaan, harus dibuatkan rencana induk keantariksaan hingga 25 tahun mendatang. Dikatakan Djamaluddin, rencana terkini adalah membangun observatorium lain di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akan tetapi, Djamaluddin menyebutkan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan berpartisipasi dalam pembangunan observatorium di bulan. Menurut dia, membangun observatorium di bulan itu memungkinkan untuk mendapatkan gambaran lengkap dari galaksi.

"Pasalnya, di bulan tidak terdapat gangguan atmosfer. Selain itu, dari kutub selatan bulan, mengarah langsung ke pusat galaksi," ujarnya.

Selain gambaran galaksi, diharapkan didapat juga informasi lebih lengkap tentang asal usul tata surya, bumi, serta kehidupan lain seperti di bumi. Selama ini, kata Djamaluddin, pengiriman pesawat ke ruang angkasa untuk mencari kehidupan lain di luar bumi belum terlalu memuaskan.

Djamaluddin mengatakan hal lain yang tak kalah penting adalah mendeteksi kemungkinan asteroid yang menubruk bumi. Dikatakan Djamaluddin, selama ini pemantauan dari bumi hanya mampu mendeteksi objek yang besar.

"Namun, bila di bulan, objek kecil yang mengarah ke bumi dapat terdeteksi," ujarnya.

Sebagai informasi, bumi mengalami beberapa tumbukan besar sejak 65 juta tahun lalu. Pada 1908, benda berdiameter 30 meter jatuh di Rusia. Kemudian, pada 2013 benda berdiameter 17 meter juga jatuh di Rusia. Terakhir di Sudan dengan diameter 6 meter. "Yang terakhir ini, baru terdeteksi 19 jam sebelum jatuh," ucapnya.

Djamaluddin menyebutkan pembangunan observatorium di bulan juga memungkinkan pengembangan penelitian lainnya. Saat pembangunan, akan ada awak yang menyediakan sarana dan prasarana. Cadangan air es di kutub selatan bulan juga dapat dimanfaatkan oleh astronot. Bahkan ke depan, akan ada pengembangan bahan bakar dari roket.

Galaxi Forum 2015 ini diadakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Pusat Sains Antariksa LAPAN. Selain Durst dan Djamaluddin hadir jug sebagai pemateri, Sabirin bin Abdullah, dari Angkasa (Malaysia) dan Mahasena Putra, dari Bosscha Observatory ITB (Indonesia).
(dol)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
1 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
2 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
6 jam yang lalu
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
10 jam yang lalu
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
2 hari yang lalu
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
3 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved