Penjualan Stiker LINE Lampaui Rp139 M

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 12:51 WIB
Penjualan Stiker LINE...
Penjualan Stiker LINE Lampaui Rp139 M
A A A
JAKARTA - Pemilik dan operator free call dan aplikasi messaging LINE, LINE Corporation mengumumkan hasil penjualan dan penggunaan untuk periode tiga bulan dari 8 Mei-7 Agustus 2014 sejak diluncurkannya LINE Creators Market pada 17 April lalu. Penjualan stiker-stiker telah melampaui total Rp139 miliar.

Jumlah set stiker yang telah dibeli, melampaui total 12,41 juta, dan 10.000 set stiker telah dipasarkan sejak 19 Agustus.

Stiker dari sisi penjualan, pada peringkat 10 teratas telah mencapai rata-rata penjualan Rp2,5 miliar. Bergerak sedikit ke bawah, set stiker pada peringkat 30 teratas telah mencapai rata-rata Rp 1,4 miliar.

Sedangkan stiker di peringkat 100 teratas telah mencapai rata-rata Rp 733 juta, dan peringkat 200 teratas mencapai rata-rata penjualan Rp 462 juta.

Seiring dengan banyaknya pengguna yang terus membeli set stiker, skala layanan telah berkembang pesat sejak peluncurannya. Sementara, perbandingan dari jumlah penjualan yang dicapai oleh satu set stiker menunjukkan bahwa 55,5% stiker kini telah dipasarkan dan menghasilkan penjualan lebih dari Rp1,1 juta.

Artinya, stiker–stiker lain yang tidak berada di peringkat penjualan tertinggi, juga dibeli dan digunakan secara luas oleh para pengguna. LINE Creators Market telah tumbuh menjadi sebuah platform yang memungkinkan pembuat stiker perorangan dengan ide luar biasa dan kreatif untuk menghasilkan pendapatan melalui stiker hasil kreasi sendiri.

Jumlah keseluruhan registrasi kreator lebih dari 149.000 dan lebih dari 30.000 set stiker telah didaftarkan sekitar tiga setengah bulan kemudian, sejak 7 Agustus.

Team Leader of Marketing, LINE Indonesia, Galuh Chandrakirana mengemukakan, jumlah total asal negara para pembuat stiker yang terdaftar telah mencapai 124 negara.

"Fakta bahwa Creators Market adalah platform yang digunakan para kreator stiker, tak hanya di Jepang tetapi juga di seluruh dunia," ujarnya seperti keterangan tertulis kepada Sindonews, Jumat (29/8/2014).

Lebih lanjut Galuh menuturkan, baru-baru ini basis pengguna LINE terus berkembang secara global dan penggunaan stiker LINE terus berkembang pesat, bersamaan dengan stiker-stiker standar yang tersedia di tiap kawasan.

"Di mana LINE menawarkan stiker yang diadaptasi secara lokal di pasar tertentu berdasarkan kebiasaan dan budaya yang spesifik di tiap kawasan, serta karakter lokal yang populer," ujarnya.

Sementara itu, jumlah total stiker yang saat ini tersedia di platform LINE telah melampaui 11.351 set termasuk 1.155 set stiker resmi dan 10.196 pembuat stiker. Jumlah total stiker LINE yang dikirimkan dan diterima dalam satu hari mencapai lebih dari 1,8 miliar.
(dyt)
Berita Terkait
HUT Ke-2, LINE Bank...
HUT Ke-2, LINE Bank Jadi Layanan Perbankan Digital Andalan
Perbedaan Kondisi KRL...
Perbedaan Kondisi KRL Dulu dan Sekarang
Besok Malam, 70 Perjalanan...
Besok Malam, 70 Perjalanan KRL Commuter Line Dibatalkan
Pembatasan Layanan,...
Pembatasan Layanan, KRL Hanya Beroperasi Sampai Pukul 20.00 WIB
Mulai Besok PT KAI Tambah...
Mulai Besok PT KAI Tambah Perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek di Jam Sibuk
KCI Tegaskan 18 April...
KCI Tegaskan 18 April 2020, KRL Commuter Line Tetap Beroperasi
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
10 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
15 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
16 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
20 jam yang lalu
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
1 hari yang lalu
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
2 hari yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved