Prosesor AMD Produksi 2011-2019 Rentan Dua Serangan Baru

Selasa, 10 Maret 2020 - 07:55 WIB
Prosesor AMD Produksi...
Prosesor AMD Produksi 2011-2019 Rentan Dua Serangan Baru
A A A
JAKARTA - Sebuah studi yang dirilis pekan ini menunjukkan prosesor AMD yang diproduksi antara tahun 2011 dan 2019 rentan terhadap dua serangan baru. Dua serangan baru ini memengaruhi keamanan data yang diproses di dalam CPU, yang mengarah pada pencurian informasi sensitif atau fitur keamanan yang terdegradasi.

Tim peneliti menyatakan mereka telah memberi tahu AMD tentang kedua masalah ini pada Agustus 2019. Sayangnya AMD tak meresponsnya dengan baik. Ini dibuktikan dengan tidak adanya rilis pembaruan mikrokode (firmware CPU) dan mengklaim temuan peneliti 'bukan serangan berbasis spekulatif baru'. Tim peneliti pun tidak setuju dengan sanggahan pesaing Intel itu.

Jenis Serangan yang Menembus Prosesor AMD
Prediktor menghitung uTag menggunakan fungsi hash tidak berdokumen pada alamat virtual. Tag uTag ini digunakan untuk mencari cara cache L1D dalam tabel prediksi.

Oleh karena itu, CPU harus membandingkan tag cache hanya di jalan. Bukan semua cara yang mungkin, karena itu akan mengurangi konsumsi daya.

Situs berita teknologi Giz China menyebutkan, dua serangan baru ditemukan setelah Tim Enam Akademisi -dari Universitas Teknologi Graz di Austria dan Univerisitas Rennes di Prancis- merekayasa balik "fungsi hashing tidak berdokumen" yang digunakan prosesor AMD untuk menangani entry Tag di dalam L1D mekanisme prediksi cache.

Kerentanan AMD
Dua serangan baru yang mereka temukan adalah serangan Collide + Probe dan Load + Reload. Kedua serangan ini agak mirip dengan serangan Flush + Reload dan Prime + Probe klasik.

Serangan-serangan ini digunakan oleh peneliti lain di masa lalu untuk membocorkan data dari prosesor Intel, tapi bukan prosesor AMD. Cara proses cache data prosesor AMD berbeda dari prosesor Intel.

Secara sederhana, kedua serangan ini dapat digunakan untuk memantau bagaimana suatu proses berinteraksi dengan cache AMD. Kemudian, mereka akan membocorkan beberapa data dari aplikasi lain.

Apa tanggapan AMD? Mereka membantah bahwa dua serangan baru ini mengkhawatirkan. Perusahaan juga mengklaim serangan itu 'bukan serangan berbasis spekulatif baru'. Serangan ini harus dikurangi dengan perbaikan kerentanan sisi-saluran Speculative_execution sebelumnya.

Tetapi Tim Peneliti di atas menggambarkan respons AMD sebagai 'sangat menyesatkan'. Setelah laporan awal kerentanan Agustus lalu, AMD tidak pernah menghubungi tim mereka. Dan serangan itu masih dapat dilakukan pada sistem operasi baru, firmware dan perangkat lunak.
(mim)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
AMD CPU Desktop Ryzen...
AMD CPU Desktop Ryzen 3 3100 dan Ryzen 3 3300X Dijual Mulai Rp1,6 Juta
Kejahatan Siber Bisa...
Kejahatan Siber Bisa Mengancam Reputasi Bisnis, Kenali Modusnya
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Tangkis Serangan Siber...
Tangkis Serangan Siber dengan Teknologi SIEM Berbasis AI dari IBM QRadar
Berita Terkini
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
57 menit yang lalu
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
13 jam yang lalu
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
1 hari yang lalu
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
1 hari yang lalu
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
1 hari yang lalu
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
2 hari yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved