Perusahaan Diminta Lebih Peduli Keamanan Siber di 2020

Selasa, 03 Desember 2019 - 22:01 WIB
Perusahaan Diminta Lebih...
Perusahaan Diminta Lebih Peduli Keamanan Siber di 2020
A A A
JAKARTA - Layaknya perilaku kejahatan di dunia nyata, kejahatan di dunia maya pun enggan untuk usai. Biasanya, para pelaku kejahatan siber mencari keuntungan dengan mengambil data-data korbannya.

Kejahatan siber yang ada saat ini digadang telah meningkat. Untuk itu, masyarakat juga dituntut untuk lebih waspada demi mengantisipasi agar tidak menjadi korban.

Sebuah perusahaan keamanan siber, Trend Micro Incorporated, memprediksi bahwa pada 2020 risiko terhadap kejahatan siber semakin besar karena penggunaan cloud dan manajemen supply chain.

Semakin berkembangnya cloud dan DevOps, akan terus mendorong perubahan bisnis kerena membuka seluruh lapisan perusahaan, mulai dari perusahaan ke manufaktur hingga risiko pihak ketiga.

Laksana Budiwiyono, Country Manager Trend Micro Indonesia, mengatakan bahwa semua industri semakin bergantung pada perangkat lunak pihak ketiga. Artinya, akan membawa risiko baru akan serangan bagi manajemen supply chain.

“Dari penggunaan cloud hingga jaringan rumah, para pemimpin di bagian informasi teknologi perlu menilai kembali risiko siber dan strategi kemanan IT perusahaan di 2020,” jelas Laksana, di Plaza Indonesia Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Pasalnya, lanjut dia, para peretas akan semakin mengejar data perusahaan yang tersimpan di cloud melalui serangan injeksi kode, deperti deserialization bugs, skrip lintas situs, dan injeksi SQL. “Mereka (peretas) akan menargetkan penyedia cloud secara langsung atau bekerja sama denhan pihak ketiga untuk melakukan ini,” imbuhnya.

Selain itu, Managed Service Providers (MSPs) pada 2020 diprediksi sebagai jalan untuk berkompromi bagi banyak perusahaan melalui satu target. Peretas tidak hanya ingin mengambil data perusahaan dan pelanggan yang berharga, tetapi juga menyusupi malware untuk menyabotase dan memeras uang melalui ransomware.

Diprediksi juga bahwa tahun depan akan ada jenis risiko supply chain yang relatif baru, karena sistem kerja remote membuka ancaman ke dalam jaringan perusahaan melalui keamanan wifi yang lemah.

Untuk itu, Laksana merekomendasikan agar perusahaan meningkatkan uji kelayakan atas penyedia cloud dan MSPs. Lalu melakukan penilaian kerentanan dan risiko secara berkala atas pihak ketiga.

Perusahaan juga diharapkan berinvestasi pada perangkat keamanan yang dapat mendeteksi kerentanan dan malware di komponen pihak ketiga.

“Pertimbangkan CSPM (Cloud Security Posture Management) untuk memvantu meminimalisasi risiko kesalahan. Kemudian tinjau kembali kemanan terkait pekerja rumahan dan pekerja mobile,” tandas Laksana.
(wbs)
Berita Terkait
Alarm Bahaya dari Intellexa...
Alarm Bahaya dari Intellexa Leaks: Ketika Iklan Digital Menjadi Pintu Masuk Mata-Mata Asing ke Gawai Anda
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Politisi PDIP: RUU KKS...
Politisi PDIP: RUU KKS untuk Lindungi Hak Sipil dan Demokrasi
Picu Polemik, RUU KKS...
Picu Polemik, RUU KKS Sebaiknya Tidak Digabung
Lokataru Soroti Konflik...
Lokataru Soroti Konflik Kepentingan di RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
RUU Keamanan dan Ketahanan...
RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Rampung Dibahas Pemerintah, Draf Dikirim ke Istana
Berita Terkini
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
12 jam yang lalu
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
13 jam yang lalu
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
16 jam yang lalu
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
20 jam yang lalu
KTT AI Bergengsi Silicon...
KTT AI Bergengsi Silicon Valley, Industri Kecerdasan Buatan Memasuki Tahap Baru
20 jam yang lalu
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
21 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved