Hotel Antariksa Siap Beroperasi 2027

Rabu, 25 September 2019 - 08:32 WIB
Hotel Antariksa Siap...
Hotel Antariksa Siap Beroperasi 2027
A A A
LOS ANGELES - Sudah 50 tahun sejak pria pertama menginjakkan kaki di bulan dan manusia masih memiliki mimpi meninggalkan Bumi untuk berbagai misteri di antariksa.

Jika karir sebagai astronot bukan untuk Anda, mungkin tawaran tinggal di hotel antariksa tetap menarik semua orang. Perusahaan asal California, Gateway Foundation telah merilis rancangan hotel antariksa Von Braun Station yang akan melayang di antara bintang-bintang.

Perusahaan itu menargetkan dapat meluncurkan hotel itu ke antariksa pada 2025 dan beroperasi penuh untuk para turis pada 2027. Von Braun Station merupakan satu dari beberapa pilihan pariwisata berbasis antariksa yang sedang dikembangkan berbagai perusahaan berbeda.

Saat ini beberapa perusahaan juga sedang dikembangkan rencana meluncurkan manusia ke antariksa antara lain Virgin Galactic, SpaceX dan Blue Origin. Stasiun Antariksa Internasional (ISS) juga mengumumkan kemungkinan kolaborasi komersial dengan perusahaan swasta.

Von Braun Station juga bukan satu-satunya desain hotel antariksa yang sedang dikerjakan. Awal tahun ini, startup teknologi antariksa berbasis Amerika Serikat (AS), Orion Span merilis rencana hotel antariksa mewah bernama Aurora Station yang akan diluncurkan pada 2022.

“Stasiun itu merupakan roda berputar, terdiri atas 24 modul yang mengorbit Bumi,” papar pernyataan Gateway Foundation.

Arsitek desain senior Gateway Foundation, Tim Alatorre menyatakan, roda berputar itu akan menciptakan gravitasi buatan. “Stasiun itu berputar, mendorong isi stasiun keluar dari pinggiran stasiun, mirip saat Anda memutar seember air, air terdorong keluar ke ember dan tetap berada di tempatnya,” tutur Alatorre pada CNN.

“Di dekat pusat stasiun tidak akan ada gravitasi buatan tapi Anda dapat bergerak turun ke bagian luar stasiun, merasakan peningkatan gravitasi,” ujar Alatorre.

Desain hotel itu menggunakan nama Wernher von Braun, pakar aerospace yang menjadi pionir dalam teknologi roket yang pernah tinggal di Jerman dan kemudian pindah ke Amerika Serikat (AS). von Braun awalnya pernah tinggal di Jerman dan terlibat dalam program pengembangan roket Nazi. Dia kemudian bekerja dalam program antariksa Apollo di AS.

Namanya dipilih oleh para anggota Gateway Foundation karena stasiun itu berdasarkan desain yang pernah digambar von Braun sekitar 60 tahun silam. “Fisik dasar stasiun itu tidak berubah sejak 1950-an, cata stasiun berputar,” ungkap Alatorre.

Perbedaan utamanya adalah bahan modern yakni paduan logam baru, komposit karbon, cetak 3D dan teknologi peluncuran yang membuat hotel antariksa lebih mungkin diwujudkan pada era sekarang.

Pariwisata antariksa merupakan permainan mahal. Rencana Virgin Galactic yang dipimpin Richard Branson untuk meluncurkan penumpang ke suborbit antariksa menerapkan tarif USD250.000 per orang per perjalanan.

Adapun Aurora Station menjelaskan, tinggal di hotel antariksa akan dikenai tarif USD9,5 juta per orang.

Tarif yang mahal untuk tinggal di hotel antariksa memang sesuatu yang tampaknya sulit dihindari. Terutama pada tahap awal hotel itu mulai beroperasi. Meski demikian, Gateway Foundation berharap tarif hotel itu semakin lama akan semakin murah hingga sama dengan tarif naik kapal pesiar atau perjalanan ke Disneyland.

Jika Aurora Stasion hanya merancang sekitar 12 orang tamu hotel, Von Braun Station dapat melayani 352 pengunjung sekaligus. Jumlah tamu hotel tersebut dapat ditambah hingga kapasitas maksimal Von Braun Station yang mencapai 450 orang.

Alatorre menjelaskan, rancangan hotel itu juga berdasarkan film Stanley Kubrick yang berjudul "2001: A Space Odyssey" meski ada beberapa perbedaan. “Itu hampir satu cetak biru dari apa yang tidak boleh dilakukan. Saya pikir tujuan Stanley Kubrick adalah menyoroti perbedaan antara teknologi dan kemanusiaan serta tujuannya, dia membuat stasiun dan kapal yang sangat steril, bersih, dan terasing,” ungkap dia.

Sebaliknya, Alatorre ingin membawa sepotong kehidupan bumi ke antariksa untuk menghindari suasana seperti dalam film Star Trex. Di atas hotel itu, akan ada kamar-kamar hangat dengan karpet dan sentuhan monokrom indah serta bar-bar yang mirip di bumi, hanya dengan pemandangan bintang-bintang. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
1 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
2 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
6 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
7 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
8 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
8 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved