Telegram Bersiap Meluncurkan Mata Uang Digital Melalui Tokenomy

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 15:00 WIB
Telegram Bersiap Meluncurkan...
Telegram Bersiap Meluncurkan Mata Uang Digital Melalui Tokenomy
A A A
JAKARTA - Salah satu aplikasi chat terpopuler yang dipakai di dunia, yakni Telegram, bersiap meluncurkan platform blockchain-nya sendiri. Jaringan blockchain Telegram ini akan disebut sebagai Telegram Open Network (TON).
Sebagaimana jaringan blockchain publik pada umumnya, mereka akan memiliki sebuah aset digital yang dapat ditransaksikan di dalamnya. Aset digital Telegram ini disebut dengan "GRAM".
Blockchain adalah sebuah teknologi berbentuk buku besar (digital) yang terdistribusi di dalam sebuah jaringan. Telegram Open Network (TON) sendiri merupakan proyek jaringan blockchain yang dirancang dengan cepat, aman, terukur, serta mampu menangani jutaan transaksi per detik.

Banyak aset digital yang sekarang sudah beredar di masyarakat saat ini tetapi sangat sulit bagi pengguna baru untuk membeli, menyimpan, dan mengirim aset digital memerlukan proses yang rumit. “Proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah melalui Telegram Open Network (TON), sistem multi-blockchain yang cepat dan luas yang akan mengekspos pengguna global Telegram ke aset digital, GRAM,” kata Dongbeom Kim, CEO dari Gram Asia dalam keterangan resminya.

Melalui terobosan blockchain tersebut, Telegram menjadi super-app yang multifungsi, tak hanya memfasilitasi layanan pengirim pesan. GRAM diramalkan banyak pihak akan menjadi salah satu aset digital terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, serta berpotensi menjadi aset digital yang paling banyak diadopsi di dunia dengan peluncuran TON ke-260 juta pengguna aktif Telegram di dunia saat ini. “Dan GRAM ini akan berfungsi sebagai terobosan ekonomi kreatif melalui aplikasi Telegram,” ucapnya.

Para investor ritel dapat membeli GRAM melalui Tokenomy, salah satu startup Blockchain di Asia Tenggara saat ini yang telah banyak mendorong berbagai inovasi blockchain sebelumnya. "Dalam kerja sama kami dengan Tokenomy, kami dengan senang hati menawarkan kepada 260 juta pengguna dari Indonesia-akses istimewa dalam ekosistem Telegram Open Network," sebut Dongbeom Kim.

Penjualan publik "GRAM" akan dimulai di Tokenomy Launchpad pada 19 Agustus dan akan berlangsung selama kurang lebih 2 pekan.
(mim)
Berita Terkait
Percepat Ekonomi Digital...
Percepat Ekonomi Digital 2022, Pintu Siap Rekrut Talenta-talenta Muda RI
TKO Hadirkan Utilitas...
TKO Hadirkan Utilitas Proyek Kripto Lokal
Kebangkitan Blockchain...
Kebangkitan Blockchain Tak Bisa Dihindari, Konsorsium ASEAN Dibentuk
Cuitan Elon Musk dan...
Cuitan Elon Musk dan Bos Twitter Dibeli Jutaan Dollar, Ini Fakta Soal NFT
Bumikan Fitur Baru,...
Bumikan Fitur Baru, ShapeShift Siapkan Hadiah untuk Investor
Menambang Bitcoin Diklaim...
Menambang Bitcoin Diklaim Kini Tidak Lagi Menguntungkan
Berita Terkini
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
8 jam yang lalu
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
12 jam yang lalu
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
16 jam yang lalu
Sam Altman Akui Salah...
Sam Altman Akui Salah Prediksinya Soal AI Ancam Pekerjaan
2 hari yang lalu
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
2 hari yang lalu
Dorong Ekosistem Kecerdasan...
Dorong Ekosistem Kecerdasan Artifisial, Indonesia Resmi Miliki .ai.id
2 hari yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved