Malware FinSpy Kembali Beraksi, Targetkan Perangkat iOS dan Android

Sabtu, 13 Juli 2019 - 16:24 WIB
Malware FinSpy Kembali...
Malware FinSpy Kembali Beraksi, Targetkan Perangkat iOS dan Android
A A A
JAKARTA - Peneliti kemanan siber dari Kaspersky telah menemukan versi terbaru perangkat lunak berbahaya atau malware yang disebut FinSpy.

FinSpy biasanya menyerang perangkat iOS dan Andorid, sera memantau aktivitas dihampir seluruh layanan pesan populer, termasuk yang dienkripsi.

Alat ini memungkinkan penjahat siber untuk memata-matai semua aktivitas perangkat dan mengekstrak data sensitif seperti lokasi GPS, pesan, gambar, panggilan, dan lainnya.

FinSpy sendiri digunakan untuk sebuah pengawasan yang ditargetkan diiringi rekam jejaknya seperti mencuri informasi dari LSM internasional, pemerintah
dan organisasi penegak hukum di seluruh dunia.

Fungsi dasar malware ini mencakup pemantauan hampir tak terbatas dari aktivitas perangkat seperti geolokasi, seluruh pesan masuk dan keluar, kontak, media yang tersimpan dalam perangkat, bahkan data dari layanan pesan populer seperti WhatsApp, Facebook messenger atau Viber.

Seluruh data yang telah diekstrak ditransfer ke para penyerang melalui pesan SMS atau protokol HTTP.

Versi malware terbaru yang diketahui telah memperluas fungsi pengawasannya ke layanan pengiriman pesan tambahan, termasuk platform yang dianggap aman, seperti Telegram, Signal atau Threema.

Bahkan mereka juga lebih mahir dalam menutupi jejak. Misalnya, malware iOS, yang menargetkan iOS 11 dan versi lebih lama sekarang dapat menyembunyikan tanda-tanda jailbreak.

Sementara versi baru untuk Android berisi eksploit yang mampu memperoleh hak akses root yang hampir tidak terbatas, akses lengkap ke seluruh file dan
perintah pada perangkat yang tidak di-unroot.

"Kami terus mengamati korban implan FinSpy setiap harinya, jadi ada baiknya untuk terus mengawasi pembaruan platform terbaru dan segera menginstalnya setelah dirilis," kata Alexey Firsh, peneliti keamanan di Kaspersky Lab dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (13/7/2019)

"Karena, seberapa amanpun aplikasi yang Anda gunakan, dan sebagaimanapun data Anda terlindung, begitu ponsel di-root atau di-jailbreak, maka aktivitas seperti mata-mata sangat mungkin untuk terjadi,” imbuhnya.

Agar dapat menginfeksi perangkat berbasis Android dan iOS, penyerang memerlukan akses fisik ke ponsel atau perangkat yang sudah di-jailbreak atau di-root sebelumnya. Untuk ponsel yang di-jailbreak dan di-root setidaknya ada tiga kemungkinan vektor infeksi, yaitu pesan SMS, email, atau push notifications.
(wbs)
Berita Terkait
Waspada Malware Berkedok...
Waspada Malware Berkedok Pengiriman Paket Palsu
Cara Menjaga Keamanan...
Cara Menjaga Keamanan Akses Jaringan Perusahaan saat WFH
ESET Indonesia Ajak...
ESET Indonesia Ajak Bedakan Meeting Online dan Webinar
Mengenal Eucalyptus,...
Mengenal Eucalyptus, Pohon Kayu Putih yang Kaya Manfaat Kesehatan
Fotografer Keliling...
Fotografer Keliling yang Kini Mulai Tergusur Kamera Smartphone
Pandemi COVID-19 Picu...
Pandemi COVID-19 Picu Serangan DDos Melonjak di Q1 2020
Berita Terkini
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
1 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
1 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
2 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
3 jam yang lalu
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
6 jam yang lalu
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved