Sumber Energi Terbaru Hilangkan Efek Rumah Kaca

Minggu, 14 April 2019 - 11:26 WIB
Sumber Energi Terbaru...
Sumber Energi Terbaru Hilangkan Efek Rumah Kaca
A A A
ENERGI terbaru seperti panel surya dan turbin angin lebih efisien dalam mengurangi efek rumah kaca, daripada teknologi penangkapan karbon pada industri.

Panel surya dan turbin angin tidak mengeluarkan emisi, seperti pembangkit listrik dan proses industri. Untuk menghilangkan emisi pembangkit listrik atau proses industri, diperlukan adanya teknologi penangkap dan penyimpan karbon.

Teknologi ini dapat menangkap hingga 90% karbon dioksida (CO2) dari pabrik dan pembangkit listrik. Pemasangan teknologi penangkapan karbon di pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas alam didasari pada perubahan model internasional.

Setiap pabrik dan pembangkit listrik harus dapat meminimalkan dampak efek rumah kaca. Para peneliti dari Universitas Lancaster, Inggris, mempertimbangkan sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan energi listrik.

Mereka menemukan bahwa masih banyak energi yang dapat diinvestasikan di ladang angin dan panel surya. Doktor Denes Csala, dosen bidang penyimpanan energi dan sistem dinamika di Universitas Lancaster mengatakan, lebih baik investasi sumber daya terbaru secara langsung, dengan kapasitas penyimpanan yang memadai.

“Pengembalian energi bersih yang lebih baik dari investasi dalam energi terbaru lebih mungkin untuk memenuhi target emisi tanpa risiko pengurangan ketersediaan energi karena berkurangnya pasokan bahan bakar fosil dan anggaran pengurangan emisi yang terbatas,” katanya, dikutip dari dailymail.

Csala juga menganggap bahwa teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon sebagai penyumbang khusus dan tambahan untuk sistem energi. Ini sebagai opsi teknologi penting, seperti dalam perjanjian internasional.

Pesan utama dari penjanjian di Paris pada 2015 adalah menghen tikan suhu global naik di atas dua derajat dari masa praindustri akhir abad ini. Pesan ini lebih khusus ditujukan kepada pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas.

“Mereka memainkan bagian mendasar dalam model yang menjadi dasar kesepakatan internasional untuk mengurangi perubahan iklim,” tambah Csala. Csala dan tim peneliti menyarankan untuk menciptakan lebih banyak panel surya dan turbin angin.

Fokus energi terbaru ini sebagai opsi penyimpanan sumber daya energi yang lebih efisien. Dokter Csala menghitung jumlah energi yang akan dihasilkan dari rencana saat ini. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan pembangkit listrik yang ada dan tidak mengurangi sumber daya alam.

Investasi pada teknologi penangkap karbon justru menambah energi yang dibutuhkan. Berbagai pembangkit listrik membutuhkan penangkap karbon agar sesuai dengan perjanjian internasional. Dosen Universitas Lancaster itu melakukan skenario untuk jumlah energi terbaru yang dihasilkan.

Dia juga melakukan skenario terburuk untuk panel surya dan turbin angin, serta memberikan penangkap karbon terbaik untuk pembangkit listrik. Csala mendapatkan hasil memuaskan dari penelitian yang dilakukan.

Investasi di ladang angin dan panel surya lebih banyak menciptakan energi, yang dikombinasikan dengan berbagai penyimpanan energi, seperti baterai, hidrogen, atau tenaga air yang dipompa. Teknologi energi terbaru cukup efisien digunakan di hampir seluruh penjuru dunia.

Termasuk di daerah yang tidak terlalu cerah atau tidak berangin. Teknologi ini juga memberikan pengembalian energi yang lebih baik daripada sebagian besar teknologi penangkapan karbon. Turbin angin dan panel surya hanya memanfaatkan alam tanpa mengurangi sumber energi yang sudah menipis.

Meskipun begitu, teknologi penangkapan karbon juga diperlukan untuk teknologi energi terbaru. Energi bersih diperlukan sebagai pendukung sekaligus pengurangan efek rumah kaca. “Sebagian karena energi bersih yang diperlukan untuk mengim plementasikan penangkapan karbon, disebut energi yang terkandung,” kata Csala.

Sumber daya diperlukan untuk membuat dan menjalankan sistem penghasil energi. Peralatan, seperti pipa dan kompresor, diperlukan untuk menangkap dan menyimpan karbon, yang juga membutuhkan energi untuk menghasilkan. (Fandy)
(nfl)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
4 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
7 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
14 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
15 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
20 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
20 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved