Survei Membuktikan PS5 dan Xbox Lebih Diminati Ketimbang Stadia
Sabtu, 30 Maret 2019 - 09:01 WIB
Survei Membuktikan PS5 dan Xbox Lebih Diminati Ketimbang Stadia
A
A
A
MENLO PARK - Google baru saja mengungkap platform cloud gaming, Stadia. Platfrom ini hadir dengan meninggalkan banyak pertanyaan. Google sendiri ambisius soal cloud adalah masa depan bagi gaming.
Menurut survei yang dilakukan oleh Harris Interactive di Inggris, 39% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka mengetahui tentang Stadia, dengan 10% dari mereka menyatakan bahwa mereka sangat akrab dengan platform ini.
Stadia sebenarnya tertinggal di belakang PS5 dalam hal pilihan yang paling diminati untuk dibeli sebagai konsol game selanjutnya.
Dari hasil survei ini hanya 19% dari orang yang mengatakan mereka lebih mungkin untuk membeli Stadia sebagai konsol selanjutnya, sementara 41% responden mengatakan lebih suka membeli PS5, 24% untuk Xbox Scarlett dan 17% untuk Switch 2, dikutip dari Gamingbolt, Jumat (29/3/2019).
Alasan utama para responden untuk tidak memilih Stadia menjadi konsol baru yakni mereka enggan membayar biaya bulanan (yang saat ini belum ditetapkan oleh Google), dan tidak adanya kepemilikan game seperti di platform lain.
Hal ini menjadi masalah mendasar yang harus dipikirkan oleh Google untuk menghilangkan persepsi publik yang tak ingin mengeluarkan uang namun mereka tidak bisa memiliki, baik secara fisik maupun digital, game yang mereka beli.
Stadia sendiri merupakan infrastruktur berbasis cloud yang membuka kemungkinan untuk game berbasis komputasi awan yang secara teknis "mengalirkan" permainan ke pengontrol dan tampilan. Platform akan memungkinkan pengguna untuk bermain game di layar apa pun yang memiliki akses ke platform.
Plarform yang dimaksud termasuk TV, laptop, smartphone, dan tablet. Google sendiri membangun Stadia dengan tujuan membuat game tersedia dalam resolusi 4K dan berjalan pada 60 frame per detik. Plus full audio surround penuh.
Menurut survei yang dilakukan oleh Harris Interactive di Inggris, 39% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka mengetahui tentang Stadia, dengan 10% dari mereka menyatakan bahwa mereka sangat akrab dengan platform ini.
Stadia sebenarnya tertinggal di belakang PS5 dalam hal pilihan yang paling diminati untuk dibeli sebagai konsol game selanjutnya.
Dari hasil survei ini hanya 19% dari orang yang mengatakan mereka lebih mungkin untuk membeli Stadia sebagai konsol selanjutnya, sementara 41% responden mengatakan lebih suka membeli PS5, 24% untuk Xbox Scarlett dan 17% untuk Switch 2, dikutip dari Gamingbolt, Jumat (29/3/2019).
Alasan utama para responden untuk tidak memilih Stadia menjadi konsol baru yakni mereka enggan membayar biaya bulanan (yang saat ini belum ditetapkan oleh Google), dan tidak adanya kepemilikan game seperti di platform lain.
Hal ini menjadi masalah mendasar yang harus dipikirkan oleh Google untuk menghilangkan persepsi publik yang tak ingin mengeluarkan uang namun mereka tidak bisa memiliki, baik secara fisik maupun digital, game yang mereka beli.
Stadia sendiri merupakan infrastruktur berbasis cloud yang membuka kemungkinan untuk game berbasis komputasi awan yang secara teknis "mengalirkan" permainan ke pengontrol dan tampilan. Platform akan memungkinkan pengguna untuk bermain game di layar apa pun yang memiliki akses ke platform.
Plarform yang dimaksud termasuk TV, laptop, smartphone, dan tablet. Google sendiri membangun Stadia dengan tujuan membuat game tersedia dalam resolusi 4K dan berjalan pada 60 frame per detik. Plus full audio surround penuh.
(wbs)