SDM Security di Indonesia Perlu Segera Distandardisasi

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:38 WIB
SDM Security di Indonesia...
SDM Security di Indonesia Perlu Segera Distandardisasi
A A A
JAKARTA - Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (Aiskindo) baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana membuat standardisasi pengetahuan bidang security di Tanah Air.

"Rakornas ke-2 ini mengangkat tema Empowering Knowledge and Collaboration for Safer Indonesia. Tema ini mengingatkan agar industri security lebih profesional," kata Ketua Umum Aiskindo, Stefanus Ronald Juanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/3/2019).

Dia mengatakan, rakernas yang diikuti oleh seluruh perwakilan daerah Aiskindo tersebut bertujuan meningkatkan kebersamaan para pelaku industri sistem keamanan. Menurut Ronald, dunia security memerlukan satu standardisasi pengetahuan yang memadai yang bisa disebut profesional di bidang security.

“Karena itu, rakernas mengangkat tema empowering yakni bagaimana kita memberdayakan pengetahuan dan kolaborasi atau kerja sama untuk membangun Indonesia yang lebih aman,” tuturnya.

Sementara itu, Darwin Lestari Tan, Dewan Penasehat Aiskindo mengatakan, selama ini dunia security ini belum ada pendidikan resmi atau khusus seperti jurusan lain. "Misalnya teknik sipil atau arsitektur. Banyak sekali yang berkecimpung di bidang security ini berasal dari berbagai bidang, seperti TI, elektronik dan sebagainya," imbuh Darwin.

Untuk itu, dalam rakernas ini digelar satu kegiatan yang khusus disesuaikan dengan tema, yaitu training, ujian, dan sertifikasi. Program tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang mendapat training berbagai bidang dan diikuti dengan ujian.

"Peserta yang lulus akan mendapat sertifikasi sebagai pembuktian atas keahlian yang dimiliki. Ini adalah gerakan di mana kami membangkitkan awareness atau kesadaran bahwa sertifikasi ini penting. Kalau Anda mau pasang CCTV atau alarm, bagaimana costumer tahu bahwa Anda memang memiliki kemampuan? Bagaimana saat membongkar plafon rumah atau mengambil listrik, ada kekhawatiran orang apakah kegiatan ini membahayakan atau tidak,” tandasnya.

Darwin mengungkapkan, ada tiga bidang yang akan disertifikasi yaitu Certified Intruder Alarm Engineer di bidang Security Alarm. Yang kedua, CertifiedIT Surveillance Engineer yaitu pemasangan CCTV berbasis IP (Internet Protocol) atau digital CCTV. Serta, Certified Network Control Engineer yakni bagaimana memasang akses kontrol seperti kunci-kunci elektronik, kontrol dengan kartu, ibu jari, maupun wajah.

"Intinya kami ingin ada awareness agar jangan sampai hanya sembarangan pasang tapi harus dibuktikan. Jadi perlu standardisasi kompetensi. Sebenarnya negara sudah membuat sertifikasi profesi tapi di bidang security ini belum ada. Karena di Indonesia masih belum jelas apakah security ini bidang ilmu sendiri atau masuk digolongkan ke bidang lain,” ungkapnya.

Untuk itu, Aiskindo akan meyakinkan pemerintah bahwa memang security itu berbeda. Sehingga tidak bisa digolongkan menjadi TI atau elektronik.

Dalam paparan berjudul The Future of Security Industry and Professionalism, Darwin menekankan, pentingnya sertifikasi karena ilmu security ini sudah berdiri sendiri. Dia mencontohkan, di salah satu Universitas di Australia sudah memiliki Jurusan Security Science dengan jenjang S2 sampai S3. Sementara di Indonesia belum ada jurusan formalnya.

“Kalau kita mendengar kata security di Indonesia selalu mengacu pada teknologi seperti CCTV, alarm, dan alat-alat lainnya. Padahal security adalah suatu strategi dimana peranan teknologi hanya sebagian dari semua konsep dan strategi itu. Di dalamnya ada unsur Crime Prevention, Security Management, Counter Terorism, dan lan-lain,” tuturnya.

Darwin mengingatkan, di era globalisasi, SDM bangsa ini harus bersaing dengantenaga kerja dari negara tetangga, minimal sama dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yakni dari Singapura atau Thailand. “Kalau mereka sudah punya kompetensi bisa leluasa masuk ke Indoensia atau negara lainnya,tapi kalau SDM lokalkita tidak memiliki kompetensi maka akan kalah bersaing. Jika tanpa sertifikasi, maka orang-orang akan sulit percaya tentang keahlian atauketerampilan Anda,” katanya mengingatkan.
(mim)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Waspada Penipuan Modus...
Waspada Penipuan Modus Menang Undian, Penjahat Digital Mengintai Anda
Berita Terkini
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
3 jam yang lalu
Heboh! Oppo Rilis TWS...
Heboh! Oppo Rilis TWS Enco Air5 Series dengan Fitur AI Gemini, Harga Cuma Segini
5 jam yang lalu
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
6 jam yang lalu
Aksesoris Ponsel yang...
Aksesoris Ponsel yang Dianggap Punah Akan segera Kembali
8 jam yang lalu
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
19 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
23 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved