Reaksi Boeing Terkait Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610

Selasa, 30 Oktober 2018 - 14:14 WIB
Reaksi Boeing Terkait...
Reaksi Boeing Terkait Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610
A A A
JAKARTA - Kecelakaan Pesawat Lion Air Boeing 737 MAX dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta - Pangkalpinang menyita perhatian banyak pihak. Pasalnya JT 610 adalah jenis pesawat terbaru dan paling laris yakni Boeing 737-8 MAX.

Boeing mengungkapkan sebagai produsen pesawat boeing menyampaikan keperihatinannya soal kecelakaan Lion Air JT 610. Boeing sangat sedih dengan hilangnya Penerbangan Lion Air JT 610 yang memakan korban Jiwa. Boeing menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai dari mereka di pesawat naas tersebut.

" Boeing siap memberikan bantuan teknis dan tunduk di bawah arahan pejabat pemerintah Indonesia yang menyelidiki kecelakaan itu. Sesuai dengan protokol internasional, semua pertanyaan tentang penyelidikan kecelakaan ini harus diarahkan kepada otoritas investigasi yang bertanggung jawab, Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia (KNKT)," tulis Boeing dalam website resminya, Selasa (30/10/2018)

Seperti dikutip dari Wikipedia, Boeing 737 MAX adalah sebuah keluarga baru pesawat penumpang sipil (airliner) yang dikembangkan oleh Boeing untuk menggantikan keluarga Boeing 737 Next Generation. Baca: Susah untuk Hancur, Inilah Teknologi Kotak Hitam Pesawat

Perubahan utama adalah penggunaan mesin yang lebih besar dan lebih efisien yaitu mesin CFM LEAP-1B Internasional. Badan pesawat juga menerima beberapa modifikasi. 737 MAX Pengiriman pertama dijadwalkan pada 2017, 50 tahun setelah B737 terbang pertama.

Sejak tahun 2006, Boeing telah membahas tentang penggantian B737 dengan desain "clean sheet" (nama internal bernama "Boeing Y1") yang bisa mengikuti Boeing 787 Dreamliner. Keputusan tentang penggantian B737 ditunda sampai 2011.

Pada tahun 2010, Airbus meluncurkan Airbus A320neo, pesawat jet satu-lorong yang diberikan mesin baru untuk meningkatkan kehematan pembakaran bahan bakar dan efisiensi operasi. Keputusan ini mendapat reaksi positif oleh banyak perusahaan penerbangan, yang mulai membuat permintaan untuk peningkatan kualitas pesawat, terutama dari AirAsia dan tekanan IndiGo.

Boeing 737 MAX 8 juga dijelaskan, dapat terbang selama 7 jam 30 menit tanpa mengisi bahan bakar. Daya jelajah dari Boeing ini akan meningkatkan kemampuan varian B737 Next Generation (NG) dari 350-570 mil laut lebih jauh menjadi 3500 mil laut.

Kenyamanan mesin juga disebut-sebut sebagai keunggulan karena kemampuannya meredam suara mesin hingga 40 persen. Selain itu, penumpang pesawat dapat membawa bagasi lebih banyak.

Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 ini dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dinyatakan laik operasi.

Pada tanggal 30 Agustus 2011, dewan direksi Boeing menyetujui Boeing 737-MAX. Boeing mengklaim 737 MAX membakar bahan bakar 16% lebih rendah dari Airbus A320 saat ini, dan 4% lebih rendah dari Airbus A320neo. Pesawat pertama dari varian MAX dijadwalkan akan diserahkan pada 2017.

Tiga varian dari keluarga MAX adalah 737 MAX 7, 737 MAX 8 dan 737 MAX 9, yang didasarkan pada 737-700, -800 dan-900ER, masing-masing yang merupakan versi terlaris dari B737 Next-Generation. Boeing menyatakan bahwa panjang badan pesawat dan konfigurasi pintu dari keluarga Boeing 737 Next-Generation akan dipertahankan pada 737 varian MAX.

Awalnya, para pelanggan untuk MAX 737 tidak diungkapkan, kecuali untuk American Airlines. Pada tanggal 17 November 2011, Boeing mengumumkan nama dua pelanggan lain - Lion Air dan Aviation Capital Group. Pada saat itu, Boeing melaporkan komitmen dari 9 pelanggan untuk 737 MAX. Pada tanggal 13 Desember 2011, Southwest Airlines mengumumkan mereka akan menjadi langganan pertama peluncuran 737 MAX dengan pesanan pasti 150 pesawat dan 150 pilihan. Pada bulan Desember 2011, Boeing memiliki komitmen dan pesanan dari 13 pelanggan untuk MAX 737.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
1 jam yang lalu
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
4 jam yang lalu
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
15 jam yang lalu
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
15 jam yang lalu
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
22 jam yang lalu
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
1 hari yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved