Google Paksa Pabrikan Android Rajin Menambal Bug

Kamis, 25 Oktober 2018 - 22:02 WIB
Google Paksa Pabrikan...
Google Paksa Pabrikan Android Rajin Menambal Bug
A A A
NEW YORK - Pada gelaran Google I/O bulan Mei lalu, ada desas-desus yang beredar bahwa Google sedang merancang persyaratan untuk pembaruan keamanan untuk menambal celah di sistem operasi Android.

Kali ini terdapat beberapa dokumentasi yang bocor mengenai hal itu. Dokumentasi yang diperoleh The Verge, mengungkapkan ada sejumlah detail baru mengenai hal tersebut.

Ke depan, pabrikan ponsel Android perlu menyediakan minimal empat pembaruan selama tahun pertama ponsel rilis, yang setara dengan setidaknya satu pembaruan rutin setiap tiga bulan.

Selain itu, setiap akhir bulan, celah kemanan atau bug yang ditemukan lebih dari 90 hari harus segera ditambal. Aturan yang sama ini berlaku dengan perangkat yang baru dirilis, terlepas dari kapan mereka diumumkan.

Aturan ini berlaku pada perangkat ponsel yang diluncurkan setelah tanggal 31 Januari 2018. Awalnya tak semua ponsel masuk dalam daftar. Google hanya berfokus pada berangkat populer dan hanya mengharuskan produsen untuk memperbarui ponsel yang telah dipakai oleh 100.000 pengguna atau lebih.

Dilaporkan laman Phone Arena, Kamis (25/10/2018) mulai 31 Juli 2018, persyaratan patch atau tambalan ini diterapkan pada 75 persen dari "model wajib keamanan", sedangkan mulai 31 Januari 2019, aturan akan mencakup keseluruhan.

Bocoran tersebut juga menjelaskan bahwa, jika pabrikan gagal mematuhi aturan terbaru ini, Google berhak untuk berhenti menyetujui ponsel produksi selanjutnya, yang berarti perusahaan tidak lagi bisa merilis smartphone berbasis Android.

Hal-hal spesifik ini ditemukan di dalam perjanjian lisensi Google yang diperbarui untuk Uni Eropa dan, meskipun ada kemungkinan bahwa beberapa detail kecil dapat berubah, sepertinya aturan keseluruhan akan tetap sama secara global. =

(wbs)
Berita Terkait
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Memetakan Tanggung Jawab...
Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid...
Menkomdigi Meutya Hafid Kunker Perdana ke NTT, Cek Jaringan Internet dan Dialog dengan Pelajar
Program Donasi Internet...
Program Donasi Internet Berbagi Tanpa Batas
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
1 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
2 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
6 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
6 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
7 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
8 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Cepat Menemukan...
5 Cara Cepat Menemukan Lokasi Terdekat dengan Google Maps
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved