Pertama Kali, Ilmuwan Abadikan Lahirnya Planet Baru

Kamis, 05 Juli 2018 - 00:02 WIB
Pertama Kali, Ilmuwan...
Pertama Kali, Ilmuwan Abadikan Lahirnya Planet Baru
A A A
JAKARTA - Untuk pertama kalinya, para astronom mengabadikan lahirnya pelanet baru yang berjarak 370 tahun cahaya dari Bumi.

Momen ini ditangkap oleh Para ilmuwan di Max Planck Institute, yang bekerjasama dengan Very Large Telescope di Southern Southern Observatory, Chile.

Awalnya, lahirnya planet ini tidak dapat ditangkap dengan jelas karena terhalang oleh selimut debu, batu dan gas yang mengelilinginya. Momen itu berhasil diabadikan saat sebuah planet keluar dari jalur cakram debu yang mengelilingi bintangnya.

Planet ini terlihat seperti cahaya terang dan ditengahnya terdapat bagian berwarna hitam.

Dilansir The Verge (3/7/2018) Planet ini dijuluki PDS 70b dan diperkirakan hanya berusia 5,4 juta tahun.

Untuk mendapatkan gambaran planet, para astronom menggunakan instrumen untuk menghalangi cahaya dari planet, yang dikenal sebagai coronagraph.

Mendeteksi planet di sekitar bintang yang jauh bisa sangat sulit, karena cahaya bintang biasanya mengalahkan planet yang jauh lebih redup.

Tapi coronagraph memungkinkan untuk melihat dan mengambil gambar.
Teknik ini membantu para astronom mengetahui bahwa planet ini 22 kali lebih jauh dari bintangnya. Dibanding jarak Bumi dan Matahari, planet ini dan bintangnya lebih mirip dengan jarak antara Matahari dan Uranus. Namun, planet ini lebih panas dari pada Uranus atau plane lainnya di Tata Surya.

Meski banyak yang meragukan mengenai keaslian dari gambar dan apa benar itu adalah planet baru bukan hanya sekedar bintang, André Müller, seorang peneliti

Max Planck yang memimpin tim mengatakan mereka berharap untuk mendapatkan beberapa wawasan tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk planet-planet baru terbentuk dan proses apa yang diperlukan untuk membentuk.

“Dengan data dan pengamatan kami di masa mendatang, kami akan dapat lebih baik mengkarakteristikan sistem dan belajar lebih banyak dengan lebih detail tentang planet.” lanjutnya.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
46 menit yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
6 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
10 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved