Mayoritas Ilmuan Pastikan Tak Lama Lagi Bumi Jadi Planet Plastik

Sabtu, 16 Juni 2018 - 16:00 WIB
Mayoritas Ilmuan Pastikan...
Mayoritas Ilmuan Pastikan Tak Lama Lagi Bumi Jadi Planet Plastik
A A A
NEW YORK - Sejumlah ilmuwan AS telah menghitung plastik yang pernah dibuat selama ini dan jumlahnya mencapai 8,3 miliar ton.
Bobot 8,3 milliar ton ini setara dengan berat 25.000 gedung Empire State New York atau Satu miliar Gajah.

Masalah terbesarnya adalah barang-barang plastik, seperti kemasan, cenderung digunakan hanya satu kali sebelu kemudian dibuang.
Lebih dari 70% total produksi plastik itu kini menjadi sampah dan sebagian besar dikirim ke tempat pembuangan akhir dan sebagian besar mencemari lingkungan, termasuk lautan.

"Kita dengan cepat menuju 'Planet Plastik' dan jika kita tidak mau hidup didunia itu, maka kita harus memikirkan ulang bagaimana kita menggunakan material plastik sehari hari" kata Dr Roland Geyer pada BBC.

Penelitian yang ditulis ahli lingkungan industri dari University of California, Santa Barbara dan koleganya ini muncul di jurnal Science Advances.

Laporan ini dsebut sebagai evaluasi pertama di dunia yang menganalisis sebanyak apa plastik yang sudah di produksi dalam berbagai bentuk dan kemana plastik tersebut berakhir.

Plastik yang digunakan tidak ada yang bisa benar-benar terurai. Satu-satunya cara untuk secara permanen mengurai sampah ini adalah dengan menggunakan panas, lewat proses penghancuran yang dikenal dengan pirolisis atau pembakaran, meski pembakaran memiliki dampak kesehatan dan lingkungan.

Tim yang sama - termasuk Jenna Jambeck dari University of Georgia dan Kara Lavender Law dari Sea Education Association di Woods Hole - juga mengeluarkan laporan pada 2015 yang menghitung total sampah plastik yang sampai ke laut, yaitu mencapai delapan juta ton.

Jumlah sampah plastik yang sampai ke laut inilah yang kemudian memunculkan kekhawatiran bahwa sebagian dari materi yang terbuang itu masuk ke rantai makanan, karena ikan serta hewan laut kecil kemudian mencerna fragmen polimer kecil.

Dr Erik van Sebille dari Universitas Utrecht di Belanda adalah ahli kelautan yang memantau plastik di lautan. Tentang laporan baru tersebut, ia mengatakan Kita menghadapi tsunami sampah plastik dan kita harus mengatasinya. Industri sampah global harus bersatu dan memastikan bahwa tidak ada tambahan plastik yang terbuang dan merusak lingkungan.

"Kita membutuhkan perubahan radikal dalam cara kita mengatasi sampah plastik. Dengan tren sekarang, butuh sampai 2060 untuk plastik didaur ulang dan bukan sekadar dibuang ke lingkungan. Ini terlalu lambat; kita tidak bisa menunggu selama itu," katanya pada BBC News.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
26 menit yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
4 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
3 hari yang lalu
Infografis
Mayoritas Warga Israel...
Mayoritas Warga Israel Tak Percaya Cara Netanyahu di Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved