Ilmuan Temukan Tiga Ngarai Raksasa di Antartika

Selasa, 29 Mei 2018 - 13:14 WIB
Ilmuan Temukan Tiga...
Ilmuan Temukan Tiga Ngarai Raksasa di Antartika
A A A
ANTARTIKA - Para ilmuan temukan tiga ngarai besar atau yang biasa disebut “giant canyon” bawah es di salah satu tempat tekahir yang i eksplor dibagian Kutub Selatan.

Ngarai tersebut sepanjang ratusan kilometer dan melintasi pengunungan. Ngarai tersebut juga tidak terlihat dari permukaan bersalju di Antartika.

Dr Kate Winter dari Northumbria University, Inggris dan rekannya menemukan giant canyon tersembunyi tersebut dengan radar.
Timnya mengatakan ngarai memainkan peran penting dalam pengendalian aliran es di benua putih tersebut.

Ketika es di Antartika menipis karena iklim yang menghangat, seperti yang diduga para ilmuwan, maka saluran-saluran seperti ngarai ini dapat mempercepat massa menuju lautan dan selanjutnya akan meningkatkan permukaan laut.

"Ngarai ngarai ini menyalurkan es dari pusat benua, membawanya ke arah pantai. Oleh karena itu, jika kondisi iklim berubah di Antartika, kita mungkin berharap es ini mengalir lebih cepat ke arah laut. Itu membuat keberadaannya benar-benar penting, dan kita tidak tahu bahwa ngarai ini ada sebelumnya” jelas Dr Winter dikutip dari BBC.

Ngarai tersbesar yang ditemukan diberi nama Foundation Trough. Ngarai ini punya panjang sekitar 350 kilometer dengan lebar 35 kilometer. Sedangkan dua ngarai lainnya diberi nama masing-masing the Patuxent Trough dan the Offset Rift Basin.

Ketiga ngarai tersebut berada di bawah dan melewati apa yang disebut dengan “ice divide”. Ice divide adalah pegunungan es tertinggi yang membentang dari arah Kutub Selatan ke arah pantai Barat Antartika.

Temuan ini kemudian dimasukan dalam sebuah sistem komputer untuk membuat simulasi dampak pemanasan global di masa yang akan datang.

Hasilnya, para peneliti menemukan ngarai-ngarai ini dan gunung disekitarnya akan berfungsi untuk menjadi ‘rem; pada es yang akan mengalir dari arah timur ke barat benua.

“Pikiran kami, jika Lapisan Es Antartika Barat runtuh maka es bisa membanjiri bagian timur. Tapi gunung-gunugn yang ada disekitarnya kami temukan efektif untuk setidaknya menyumbat banjir tersebut” kata anggot tim Dr Tom Jodrdan dari British Antarctic Survey (BAS).
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
3 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
3 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
3 hari yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved