Teknologi Canggih Kini Ada dalam Gengaman Tangan Teroris
Rabu, 07 Februari 2018 - 17:03 WIB
Teknologi Canggih Kini Ada dalam Gengaman Tangan Teroris
A
A
A
MADRID - Pola lama penyerangan teroris mulai ditinggalkan, kini teroris lebih memanfaatkan teknologi seperti drone dan robot. Hal ini terbukti, baru-baru ini teroris akan menggunakan drone untuk melakukan serangan yang mematikan.
Bahkan teroris sekarang bisa mempelajari gerakan anggota kerajaan Spanyol selama 48 jam sebelumnya dan dengan sengaja bisa terbang dengan pesawat terbang ke dalam penerbangan.
Mantan kepala perlindungan kerajaan Dai Davies mengatakan: "Ini memberi saya perhatian serius, mereka (teroris) akan melakukan serangan dengan drone,"
Sebelumnya, Organisasi pemerhati robot, Al Boffin menegaskan bahwa saat ini kelompok teroris telah mengembangkan robot pembunuh untuk melancarkan aksi mereka.
Noel Sharkey juru bicara Al Boffin yang juga seorang pakar cyber telah memperingatkan bahwa teroris dalam melancarkan serangan telah menggunakan kawanan robot pembunuh mematikan di Inggris.
"Saya tidak ingin hidup di dunia di mana perang bisa terjadi dalam beberapa detik" tutur Noel Sharkey, seperti dilansir dari Daily Star.
AI boffin Noel Sharkey membuat prediksi mengerikan bahwa teroris dapat menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan kekejaman yang menghancurkan di seluruh Inggris.
Sementara itu CEO Tesla, Elont Musk juga telah memperingatkan bahwa program AI (kecerdasan buatan) pada robot dapat menghapus manusia dari bumi.
Lebih tegas dikatakan, kecerdasan buatan kelak bisa menghancurkan manusia jika tidak bisa lagi dikontrol perusahaan teknologi. Musk berpendapat, umat manusia memiliki kesempatan yang kecil untuk "selamat" jika kecerdasan buatan bisa menguasai dunia.
"Mungkin cuma ada 10% saja kesempatan manusia bisa menciptakan teknologi kecerdasan buatan yang aman," ungkap Musk baru-baru ini seperti dikutip dari The Independent,
Bahkan, Wakil Presiden Strategi & Teknis, Alvin Wilby orang bertanggung jawab atas fungsi teknis, keamanan produk, fungsi rekayasa dan strategi Thales di Inggris mengatakan kepada House of Lords AI Committee pada hari Selasa bahwa ancaman tersebut adalah salah satu yang harus dikhawatirkan oleh Inggris dan dunia.
"Ini hanya masalah waktu dan saya pikir itu adalah kepastian yang mutlak yang harus kita khawatirkan," tutur Alvin.
Kemampuan ini ada di luar sana - menskalakannya dengan kawanan drone tidak memerlukan langkah inventif yang besar, itu hanya masalah sumber daya, waktu, dan skala.
Bahkan teroris sekarang bisa mempelajari gerakan anggota kerajaan Spanyol selama 48 jam sebelumnya dan dengan sengaja bisa terbang dengan pesawat terbang ke dalam penerbangan.
Mantan kepala perlindungan kerajaan Dai Davies mengatakan: "Ini memberi saya perhatian serius, mereka (teroris) akan melakukan serangan dengan drone,"
Sebelumnya, Organisasi pemerhati robot, Al Boffin menegaskan bahwa saat ini kelompok teroris telah mengembangkan robot pembunuh untuk melancarkan aksi mereka.
Noel Sharkey juru bicara Al Boffin yang juga seorang pakar cyber telah memperingatkan bahwa teroris dalam melancarkan serangan telah menggunakan kawanan robot pembunuh mematikan di Inggris.
"Saya tidak ingin hidup di dunia di mana perang bisa terjadi dalam beberapa detik" tutur Noel Sharkey, seperti dilansir dari Daily Star.
AI boffin Noel Sharkey membuat prediksi mengerikan bahwa teroris dapat menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan kekejaman yang menghancurkan di seluruh Inggris.
Sementara itu CEO Tesla, Elont Musk juga telah memperingatkan bahwa program AI (kecerdasan buatan) pada robot dapat menghapus manusia dari bumi.
Lebih tegas dikatakan, kecerdasan buatan kelak bisa menghancurkan manusia jika tidak bisa lagi dikontrol perusahaan teknologi. Musk berpendapat, umat manusia memiliki kesempatan yang kecil untuk "selamat" jika kecerdasan buatan bisa menguasai dunia.
"Mungkin cuma ada 10% saja kesempatan manusia bisa menciptakan teknologi kecerdasan buatan yang aman," ungkap Musk baru-baru ini seperti dikutip dari The Independent,
Bahkan, Wakil Presiden Strategi & Teknis, Alvin Wilby orang bertanggung jawab atas fungsi teknis, keamanan produk, fungsi rekayasa dan strategi Thales di Inggris mengatakan kepada House of Lords AI Committee pada hari Selasa bahwa ancaman tersebut adalah salah satu yang harus dikhawatirkan oleh Inggris dan dunia.
"Ini hanya masalah waktu dan saya pikir itu adalah kepastian yang mutlak yang harus kita khawatirkan," tutur Alvin.
Kemampuan ini ada di luar sana - menskalakannya dengan kawanan drone tidak memerlukan langkah inventif yang besar, itu hanya masalah sumber daya, waktu, dan skala.
(wbs)