Selain Super Blue Blood Moon, Tabrakan Bintang Juga Akan Terjadi

Rabu, 31 Januari 2018 - 13:47 WIB
Selain Super Blue Blood...
Selain Super Blue Blood Moon, Tabrakan Bintang Juga Akan Terjadi
A A A
JAKARTA - Tak hanya gerhana bulan total Super Blue Blood Moon saja yang akan terjadi di bumi. Sinar terang akibat tabrakan dua matahahari juga dapat dilihat dari bumi dalam waktu dekat ini, tepatnya tahun 2022.

Sekitar 1.800 tahun lalu, dalam abad ke-3 Masehi, pada waktu itulah terjadi tabrakan antara dua matahari dalam konstelasi Cygnus. Tidak ada orang di bumi yang bisa melihat tabrakan itu, karena terjadi jauh dari bumi, dan jaraknya 1.800 tahun cahaya. Itu berarti cahaya yang ditimbulkan oleh tabrakan tadi baru akan mencapai bumi 1.800 tahun kemudian.

Di alam raya, seperti juga di galaksi kita, banyak terdapat sistem matahari ganda, di mana dua atau lebih matahari mengorbit satu sama lainnya.

Ada kalanya, bintang-bintang itu bertabrakan, suatu gejala yang sudah diamati sejak lama oleh para pakar astronomi. Kini, para pakar mengatakan, tabrakan yang terjadi hampir dua ribu tahun lalu itu, akan bisa dilihat dengan mata telanjang dalam waktu tidak lama lagi.

Kata para pakar, tabrakan dua bintang itu akan bisa dilihat dari bumi pada tahun 2022. Pakar astronomi Larry Molnar dari Calvin College di negara bagian Michigan mengatakan, cahaya terang yang disebabkan tabrakan matahari itu akan tampak sebagai benda paling cerah di langit pada malam hari.

“Kedua matahari itu mengorbit satu sama lainnya dalam jarak yang cukup dekat, dan telah melakukannya selama berjuta-juta tahun. Tapi makin lama kecepatan orbit mereka terus bertambah, dan jarak antara mereka semakin dekat.” tulis astronomytrek dalam laporannya.

Dengan kata lain, kedua matahari dalam konstelasi Cygnus itu akhirnya bertabrakan dan menghasilkan energi yang luar biasa.

Lebih dari 80 persen bintang atau matahari dalam galaksi kita termasuk dalam kategori bintang ganda, yang terdiri dari dua matahari atau lebih yang mengorbit satu sama lainnya.

Kalau ada dua matahari dalam sistem tata surya kita, mungkin kehidupan seperti yang kita kenal sekarang tidak akan bisa muncul karena suhu yang terlalu panas.

Kalaupun ada kehidupan di bumi, kehidupan itu pastilah akan musnah apabila kedua matahari itu bertabrakan dan menghamburkan energi yang akan membakar semua planet yang ada di sekelilingnya.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
4 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
5 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
6 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
6 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
6 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved