Data Satelit Lapan Harus Bisa Saingi Google Earth

Rabu, 31 Januari 2018 - 10:51 WIB
Data Satelit Lapan Harus...
Data Satelit Lapan Harus Bisa Saingi Google Earth
A A A
JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memiliki data satelit pengindraan jauh beresolusi tinggi. Dengan teknologi setinggi ini, seharusnya data tersebut bisa menyaingi google earth . Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, data satelit pengindraan jauh yang dikembangkan Lapan sangat bernilai tinggi.

Meski datanya sangat berguna bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, dia menantang data satelit itu bisa digunakan masyarakat seperti Google Earth.

“Selama ini masyarakat selalu melihat Google Earth . Jika (data satelit Lapan) bisa digunakan masyarakat secara umum sebagai pengguna, value added-nya akan jadi sangat tinggi. Itu namanya disruptive innovation,” katanya saati penyerahan data satelit Lapan kepada instansi pemerintah di Jakarta kemarin.

Menristek-Dikti yakin jika data ini dilihat melalui android biaya untuk pengembangannya tidak akan terlalu mahal. Inovasi luar biasa ini, kata dia, akan sangat bermanfaat dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya jika ada pengusaha perkebunan yang mau mengukur luas lahan yang dia miliki.

Selain itu, data ini juga bisa untuk pemetaan hasil pertanian yang sudah diproduksi sehingga pemerintah pun tidak perlu harus impor. Kemenristek-Dikti sangat me ng apresiasi Lapan atas beroperasinya sistem penerima data pengindraan jauh resolusi sangat tinggi, yaitu data pengindraan jauh optis dengan resolusi spasial 50 cm dan data SAR yang telah beroperasi sejak akhir 2017.

Dengan dijadikannya satu institusi sebagai penyedia data diharapkan akan ada satu pusat data yang sama untuk mempermudah sinkronisasi data.

“Tidak ada lagi sengketa ter hadap posisi lokasi tertentu. Karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat menggunakan data ini sebaik-baiknya,” lanjutnya.

Nasir juga menuturkan betapa pentingnya pemanfaatan data dibanding sekedar memiliki datanya, terutama dalam menuju kemandirian dan daya saing lebih. Kerja sama riset pada lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK), perguruan tinggi, maupun pemerintah pusat dan daerah, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan data dan teknologi ini.

Perlu adanya sinergi pada semua lapisan dalam pendayagunaan data untuk kepentingan nasional.

“Peran riset dan teknologi harus menjadi pemacu kemajuan bangsa. Seluruh program di bidang riset dan teknologi harus mampu menciptakan nilai tambah sumber daya alam dalam rangka transformasi ekonomi nasional menjadi innovation driven-economy ,” jelas Nasir.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa anggaran penyediaan citra satelit ini hanya menghabiskan dana Rp21 miliar.

Namun, ternyata hasil pemanfaatan yang sudah didistribusikan ke instansi pemerintah jika dihitung dengan harga pasaran nilai tambahnya sampai dengan Rp7,4 triliun.

“Artinya jika citra satelit ini diadakan secara terpisah oleh masing-masing instansi, itu pemborosan luar biasa. Ini dengan anggaran Rp21 miliar, tetapi nilai ekonomi yang citra satelit berikan secara gratis untuk K/L, daerah dan riset itu senilai Rp7,4 triliun,” jelasnya.

Pemanfaatan citra satelit ini bisa beragam, di antaranya Badan Informasi Geospasial yang sangat memerlukan data ini untuk peta desa, BPS untuk blok sensus, sementara Kementerian Pertanian, Kemen-PUPR, dan Badan Pertanahan Nasional memerlukan data ini terkait sarana pertanian dan rencana detail tata ruang. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Google.org Umumkan Pendanaan...
Google.org Umumkan Pendanaan Edukasi AI dan Ketahanan Pangan untuk 6 juta Orang di Asia Tenggara
Google Luncurkan Inovasi...
Google Luncurkan Inovasi AI untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Indonesia
Google Luncurkan 11.000...
Google Luncurkan 11.000 Beasiswa untuk Keterampilan Digital
Komdigi dan Google Luncurkan...
Komdigi dan Google Luncurkan Google Play Protect untuk Keamanan Digital
Google.org Salurkan...
Google.org Salurkan Hibah US$3,5 Juta untuk Dukung 200.000 Petani Kecil di Thailand dan Vietnam
Gebrakan Ramadan Gemini...
Gebrakan Ramadan Gemini 2026 dari Google
Berita Terkini
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
10 jam yang lalu
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
11 jam yang lalu
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
14 jam yang lalu
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
18 jam yang lalu
KTT AI Bergengsi Silicon...
KTT AI Bergengsi Silicon Valley, Industri Kecerdasan Buatan Memasuki Tahap Baru
18 jam yang lalu
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
19 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved