Bertekad ke Bulan, Pelajar China Habiskan 200 Hari di Laboratorium
Selasa, 30 Januari 2018 - 10:02 WIB
Bertekad ke Bulan, Pelajar China Habiskan 200 Hari di Laboratorium
A
A
A
BEIJING - Pelajar China menghabiskan 200 hari tanpa henti di sebuah 'laboratorium' di Beijing untuk mempersiapkan sebuah misi jangka panjang untuk menempatkan umat manusia di bulan.
Semua siswa tinggal di sebuah pondok berukuran 160 meter persegi yang disebut "Yuegong-1" atau Kastil Bulan di kampus Universitas Beihang untuk menguji tingkat kemampuan manusia untuk tetap berada dalam ruang terbatas.
Menurut berita Xinhua, para relawan tinggal di kabin laboratorium tertutup 'untuk simulasi misi ruang angkasa jangka panjang tanpa ada kontak dengan dunia luar.
Perancang Modul Laboratorium Kepala, Liu Hong mengatakan bahwa pengalaman para sukarelawan diuji sampai puncaknya terutama dalam tiga situasi saat laboratorium diputus.
"Pengalaman itu juga menguji sistem dan status psikologis relawan, mereka berhasil meneruskannya," kata Liu.
Fasilitas ini mengelola pupuk kandang melalui proses bio-fermentasi dan relawan mencoba menanam sayuran dengan bantuan makanan dan produk sampingan limbah.
Awalnya dua pria dan dua wanita masuk kabin selama 60 hari masa uji coba sebelum digantikan oleh empat relawan lain yang tinggal selama 200 hari.
Menurut Xinhua, relawan dari program tersebut sekarang kembali melanjutkan misi tambahan 105 hari.
Istana bulan memiliki dua modul penanaman pohon dan 42 meter persegi ruang kabin aktual yang berisi empat kamar tidur, ruang publik, kamar mandi, ruang pengolahan limbah dan ruang untuk pembiakan hewan.
Semua siswa tinggal di sebuah pondok berukuran 160 meter persegi yang disebut "Yuegong-1" atau Kastil Bulan di kampus Universitas Beihang untuk menguji tingkat kemampuan manusia untuk tetap berada dalam ruang terbatas.
Menurut berita Xinhua, para relawan tinggal di kabin laboratorium tertutup 'untuk simulasi misi ruang angkasa jangka panjang tanpa ada kontak dengan dunia luar.
Perancang Modul Laboratorium Kepala, Liu Hong mengatakan bahwa pengalaman para sukarelawan diuji sampai puncaknya terutama dalam tiga situasi saat laboratorium diputus.
"Pengalaman itu juga menguji sistem dan status psikologis relawan, mereka berhasil meneruskannya," kata Liu.
Fasilitas ini mengelola pupuk kandang melalui proses bio-fermentasi dan relawan mencoba menanam sayuran dengan bantuan makanan dan produk sampingan limbah.
Awalnya dua pria dan dua wanita masuk kabin selama 60 hari masa uji coba sebelum digantikan oleh empat relawan lain yang tinggal selama 200 hari.
Menurut Xinhua, relawan dari program tersebut sekarang kembali melanjutkan misi tambahan 105 hari.
Istana bulan memiliki dua modul penanaman pohon dan 42 meter persegi ruang kabin aktual yang berisi empat kamar tidur, ruang publik, kamar mandi, ruang pengolahan limbah dan ruang untuk pembiakan hewan.
(wbs)