Ikan di Sungai Irtysh Siberia Diklaim Bermutasi jadi Menyeramkan

Senin, 29 Januari 2018 - 17:59 WIB
Ikan di Sungai Irtysh...
Ikan di Sungai Irtysh Siberia Diklaim Bermutasi jadi Menyeramkan
A A A
MOSCOW - Sungai Irtysh di Siberia diduga dihuni ikan-ikan berbentuk aneh, hal itu karena mutasi puing-puing roket yang terjatuh di sungai tersebut. Pasalnya pemancing Rusia telah ikan berbentuk aneh dengan memiliki taring dan 'tanduk'.

Dua ikan misterius tersebut tertangkap di Sungai Irtysh di Siberia oleh pemancing berusia 25 tahun Alexey Volkov memberi nama 'naga bawah laut'.

Ikan di Sungai Irtysh Siberia Diklaim Bermutasi jadi Menyeramkan


Penduduk setempat menduga hal tersebut karena radiasi atau polusi lainnya, kemungkinan akibat bahan bakar dalam puing-puing yang turun dari roket-roket darat yang diluncurkan di Baikonur di negara tetangga Kazakhstan.

Namun para ahli mengatakan mereka meragukan bahwa ikan tersebut telah bermutasi karena polusi dan jarang ditemukan contoh penemuan seperti itu sebelumnya.

Ikan di Sungai Irtysh Siberia Diklaim Bermutasi jadi Menyeramkan

Volkov, dari Tara, mengatakan bahwa ikan yang lebih besar memiliki dua 'tanduk' sementara yang lebih kecil memiliki empat 'tanduk'.

"Saya terkesan dengan hasil tangkapannya. Ikan seberat 14kg dan 7kg. Mereka memiliki tanduk yang membungkuk ke arah ekornya. Ikan yang lebih kecil memiliki empat tanduk,' tutur pemancing Rusia tersebut seperti dilansir dari Daily Mail.

Sebelumnya, sebuah makhluk laut aneh dan langka kembali ditemukan, kali ini seekor jenis ikan langka bertanduk berhasil di angkat dari laut di wilayah Kanada.

Seekor ikan dengan tanduk gelatin abu-abu yang disebut 'Rhinochimaeridae' atau biasa dikenal sebagai 'chimaera berhidung panjang' dilaporkan berhasil ditemukan dan di simpan oleh Canadian University.

Berdasarkan lansiran tersebut, ikan jenis ini benar-benar langka dan hanya satu spesies yang sama yang berhasil didokumentasikan sebelumnya yang mana ditemukan di Selat Hudson.

"Ikan ini diyakini telah ada di lautan selama lebih dari 350 juta tahun." ungkap Nigel Hussey, seorang peneliti dari Ocean Tracking Network.

Ikan langka dengan bentuk mirip monster berhidung panjang ini dilaporkan biasa hidup di perairan dalam, di bawah 1.000 hingga 2.000 meter dan sangat sulit untuk dijumpai apalagi ditangkap.

Jenis chimaera berhidung panjang ini sebenarnya masih memiliki hubungan dekat dengan hiu dan ikan pari. Hal ini membuat ikan ini memiliki ekor seperti cambuk yang beracun.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
21 menit yang lalu
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
12 jam yang lalu
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
15 jam yang lalu
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
1 hari yang lalu
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
1 hari yang lalu
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
1 hari yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved