Kemenristek-Dikti Bangun 9 Sains Techno Park

Kamis, 14 Desember 2017 - 06:58 WIB
Kemenristek-Dikti Bangun...
Kemenristek-Dikti Bangun 9 Sains Techno Park
A A A
JAKARTA - Kemenristek Dikti mengembangkan sembilan sains techno park (STP) sebagai pusat pengembangan teknologi yang tepat guna.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, sembilan STP itu ada di Bengkulu, kedua di Riau untuk pengembangan energi terbarukan, Palembang untuk pengembangan pertanian dan peternakan, Solo untuk pusat informasi, teknologi dan terutama teknologi pengelasan serta teknologi automotif.

Selanjutnya dibangun di Sragen untuk pengembangan bidang pertanian, Jepara bidang kelautan dan perikanan terutama di budidaya ikan dan sistem tangkap ikan laut.

Lalu STP akan dibangun juga di Kaltara dibidang kelautan dan pertambangan, Sumbawa bidang pertambangan dan Papua Barat untuk pengembangan pangan sagu. "Indonesia harus punya valley. Sebab Indonesia mempunyai beragam pulau sehingga memerlukan sentra (STP) yang bisa mendorong ekonomi daerah," katanya saat ditemui jajaran redaksi KORAN SINDO, di kantor Kemenristek Dikti.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini menyampaikan, sejatinya sesuai RPJMN Presiden Joko Widodo menginginkan dibangun sampai 100 techno park yang bisa dianggap sebagai impian adanya Silicon Valley di Indonesia. Sementara itu pusatnya STP-STP ini nantinya akan terhubung dengan National Sains and Techno Park (NSTP) yang sudah dibangun di Serpong.

NTSP tersebut saat ini sudah mempunyai dua pusat kajian.Pertama pusat kajian bidang kesehatan dan usaha kecil dan menengah. Pusat kajian untuk usaha ini dibentuk sebagai inkubasi bisnis sehingga setiap temuan inovbasi dari masyarakat yang terseleksi bisa dikarantina dan dilatih supaya bisa masuk industri.

Nasir mengatakan, jika Amerika Serikat memiliki Silicon Valley yang bergerak di bidang teknologi maka Indonesia bisa bergerak membangun Food Valley. Misalnya saja saat ini sudah ada fasilitas penggemukan bibit sapi lokal di Rumpin, Bogor yang sangat diapresiasi Presiden. "Kita kembangkan sapi Bali, Madura dan Sumba. Sapi Sumba yang rata-rata beratnya 200-300 Kg bisa didongkrak hingga 1 ton per ekor," katanya.

Selain itu juga sudah ada STP yang dikembangkan perguruan tinggi. Dia menyebut Institut Pertanian Bogor (IPB) yang baru saja membangun startup dibidang industri buah nusantara. Perguruan tinggi yang bergerak di sektor pertanian ini berhasil mengembangkan alpukat yang besarnya sama dalam satu pohon, kelengkeng yang berdaging tebal dan berbiji kecil, lalu ada juga durian yang juga berdaging tebal dan berbiji kecil. "kalau ada yang kenal durian Musang King nah durian yang dikembangkan IPB ini tidak kalah rasanya dengan Musang King. Sangat manis dan berdaging tebal," katanya.

Nasir berharap buah-buahan lokal yang dikembangkan ini ditanam di seluruh dunia. sebab dia optimis jika bisa dilakukan maka dalam kurun waktu lima tahun maka Indonesia akan bisa stop impor buah-buahan tropis itu. Harapannya itu ternyata disambut oleh empat kabupaten yang tertarik berinvestasi buah hasil inovasi IPB ini. Yakni kabupaten Luwuk, Medan, Riau serta provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan investasi masing-masing antara Rp1-2 miliar.

Nasir melanjutkan, teknologi dibidang kakao dan kopi juga dikembangkan di Jember. Riset yang dilakukan dengan kultur jaringan ini, katanya, bisa menghasilkan produksi coklat per satu hektar 3,4 hingga 3,6 ton dari yang sebelumnya hanya 1-1,4 ton. "Riset kopi dan kakao yang ada di Jember ini bisa untuk memenuhi bibit ke seluruh Indonesia," katanya.

Rektor IPB Herry Suhardiyanto memiliki keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara pengirim.buah-buahan berkualitas. “ Jika kita bisa menghasilkan buah tropika asal nusantara, kemungkinan besar kedepannya kita akan menjadi eksportir yang berkualitas,” ujar Herry. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
5 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
13 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
15 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
21 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
21 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved