Teroris Terdeteksi Ciptakan Robot Pintar untuk Menyerang

Jum'at, 01 Desember 2017 - 14:22 WIB
Teroris Terdeteksi Ciptakan...
Teroris Terdeteksi Ciptakan Robot Pintar untuk Menyerang
A A A
LONDON - Tak hanya Rusia, Amerika Serikat dan Jepang yang berlomba-lomba menciptakan robot pembunuh untuk keperluan tempur di medan perang. Organisasi pemerhati robot, Al Boffin menegaskan bahwa kelompok teroris saat ini telah mengembangkan robot pembunuh untuk melancarkan aksi mereka.

Noel Sharkey juru bicara Al Boffin yang juga seorang pakar cyber telah memperingatkan bahwa teroris dalam melancarkan serangan telah menggunakan kawanan robot pembunuh' mematikan di Inggris.

"Saya tidak ingin hidup di dunia di mana perang bisa terjadi dalam beberapa detik" tutur Noel Sharkey, seperti dilansir dari Daily Star, Jumat (1/12/2017)

AI boffin Noel Sharkey membuat prediksi mengerikan bahwa teroris dapat menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan kekejaman yang menghancurkan di seluruh Inggris.

Sementara itu CEO Tesla, Elont Musk juga telah memperingatkan bahwa program AI (kecerdasan buatan) pada robot dapat menghapus manusia dari bumi.

Lebih tegas dikatakan, kecerdasan buatan kelak bisa menghancurkan manusia jika tidak bisa lagi dikontrol perusahaan teknologi. Musk berpendapat, umat manusia memiliki kesempatan yang kecil untuk "selamat" jika kecerdasan buatan bisa menguasai dunia.

"Mungkin cuma ada 10% saja kesempatan manusia bisa menciptakan teknologi kecerdasan buatan yang aman," ungkap Musk baru-baru ini seperti dikutip dari The Independent,

Bahkan, Wakil Presiden Strategi & Teknis, Alvin Wilby orang bertanggung jawab atas fungsi teknis, keamanan produk, fungsi rekayasa dan strategi Thales di Inggris mengatakan kepada House of Lords AI Committee pada hari Selasa bahwa ancaman tersebut adalah salah satu yang harus dikhawatirkan oleh Inggris dan dunia.

"Ini hanya masalah waktu dan saya pikir itu adalah kepastian yang mutlak yang harus kita khawatirkan," tutur Alvin.

Kemampuan ini ada di luar sana - menskalakannya dengan kawanan drone tidak memerlukan langkah inventif yang besar, itu hanya masalah sumber daya, waktu, dan skala.

(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
17 jam yang lalu
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
1 hari yang lalu
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
2 hari yang lalu
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
2 hari yang lalu
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
2 hari yang lalu
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
2 hari yang lalu
Infografis
Iran Siapkan Senjata...
Iran Siapkan Senjata Berdaya Ledak Dahsyat untuk Menyerang Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved