Robot Pembasmi Kanker Terbukti Mulai Diandalkan Dokter

Sabtu, 25 November 2017 - 14:36 WIB
Robot Pembasmi Kanker...
Robot Pembasmi Kanker Terbukti Mulai Diandalkan Dokter
A A A
Perkembangan dunia medis yang pesat kini mengizinkan adanya terobosan medis berupa pembedahan dengan tenaga robot. Dan terbukti Robot dengan enam lengan telah berhasil melakukan operasi menyelamatkan jiwa pada 500 pasien kanker prostat.

Ahli bedah Dr Greg Shaw mengatakan dengan teknologi robot sebagai pembedah, operasi yang dilakukan lebih minimalis dengan hasil kesembuhan yang dipercaya lebih maksimal.

"Kami memulai teknologi robot ini, dan hanya akan menjadi lebih baik." tutur Greg, seperti dilansir dari The Sun, Sabtu, (25/11.2017).

Dr Greg menjelaskan, Kemajuan teknologi ini memungkinkan adanya Minimally Invasive Surgery (MIS), meskipun telah banyak rumah sakit di kedokteran barat yang menggunakan teknologi robot untuk mengoptimalkan MIS, masih tetap saja ada keterbatasan dari metode pembedahan MIS ini. Meminimalisir pembedahan memerlukan kemampuan dan penguasaan patologi tubuh yang cukup kompleks.

" Robot lebih cepat, lebih aman dan meninggalkan lebih sedikit efek samping seperti inkontinensia dan impotensi daripada operasi konvensional, " tambah Greg.

Kelebihan lainnya adalah adanya tingkat ketepatan yang tinggi dan pemberian informasi yang jauh lebih lengkap, sejalan dengan hasil pengangkatan tumor yang sesuai, pendarahan yang sedikit, serta pemulihan yang berlangsung cepat.
Kendala dalam pembedahan adalah menentukan mana jaringan yang sehat dan jaringan yang perlu diobati. Dengan MIS, manuver pisau bedah terhadap jaringan akan jauh lebih sedikit walaupun tetap mengalami kesulitan yang sama dengan pembedahan konvensional.

Dikenal di Ameika Serikat sejak tahun 1990an, operasi dengan tenaga robot ini sudah dilakukan untuk menangani hysterectomy (angkat rahim), myomectomy (pengangkatan myoma), radical prostatectomy (operasi kanker prostat), dan lain sebagainya.

Meskipun teknologi dapat dikatakan menjamin secara keseluruhan MIS memberi hasil yang cukup maksimal, belum ada jaminan sepenuhnya mengenai keberhasilan operasi. Mesin robot tetap harus dikontrol oleh dokter bedah yang menjadi sistem kemudi, menggerakkan tangan-tangan robot dalam rongga tubuh. Adanya teknologi 3 dimensi memungkinkan dokter bedah untuk memonitor gerakan robot dalam mengoperasi.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
17 jam yang lalu
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
1 hari yang lalu
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
2 hari yang lalu
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
2 hari yang lalu
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
2 hari yang lalu
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
2 hari yang lalu
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved