Gejolak Iklim Membahayakan Keselamatan Penerbangan

Sabtu, 15 Juli 2017 - 20:14 WIB
Gejolak Iklim Membahayakan...
Gejolak Iklim Membahayakan Keselamatan Penerbangan
A A A
JAKARTA - Perubahan iklim memang bisa membuat perjalanan udara lebih bergejolak. Itu kita rasakan saat pesawat berada dalam awan hujan atau ketika landing dan take-off.

Namun belakangan potensi berdampak lebih drastis bisa saja terjadi. Sebuah studi terbaru di jurnal “Climatic Change” meneliti bagaimana kenaikan suhu udara memengaruhi kemampuan pesawat untuk lepas landas. Dan hasilnya memang mengkhawatirkan.

Peneliti dari Columbia University, NASA, dan Institut Manajemen Logistik melakukan penelitian dengan membangun model berdasarkan lima pesawat paling populer. Serta 19 bandara utama yang ada di dunia.

"Kami menemukan bahwa rata-rata, 10–30% penerbangan tahunan yang berangkat pada saat suhu maksimum harian memerlukan pengurangan batas berat di bawah bobot lepas landas maksimumnya. Dengan batasan rata-rata berkisar 0,5% sampai 4% dari total muatan pesawat, sekaligus bahan bakar pada pertengahan hingga akhir abad ini," simpul para peneliti.

Menurut mereka, masalahnya ada pada kepadatan udara. Bila udara hangat, menjadi kurang padat dan lebih ekspansif daripada udara yang lebih dingin. Artinya bahwa untuk lepas landas dalam suhu yang lebih hangat, pesawat terbang harus berada pada kecepatan yang lebih tinggi.

Mereka menambahkan, seiring dengan meningkatnya suhu udara, maka penerbangan harus memiliki landasan pacu yang lebih panjang.Para periset mencatat, saat mereka menguji pesawat kecil dan besar dalam modelnya, keduanya terpengaruh oleh suhu yang lebih tinggi. Akan ada beberapa dampak nyata akibat hal ini, yaitu maskapai penerbangan akan membatalkan dan menjadwal ulang penerbangan lebih karena panas yang berlebihan.

Atau maskapai penerbangan harus mulai berinvestasi di infrastruktur untuk memperpanjang landasan pacu. Selain itu, hal yang bisa dilakukan guna mengurangi potensi hal tak diinginkan adalah beban berat pesawat harus dikurangi sehingga memaksa maskapai mengurangi jumlah penumpang dan bagasi.
(mim)
Berita Terkait
Shield AI Meluncurkan...
Shield AI Meluncurkan X-BAT, Pesawat Tempur Otonom VTOL Berprofil Siluman
Pathfinder 1, Pesawat...
Pathfinder 1, Pesawat Terbesar di Dunia Mulai Diuji Coba
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur Siluman F-35 AS vs F-5 Houthi
Kawasaki Siap Memperkenalkan...
Kawasaki Siap Memperkenalkan Truk dan Pesawat UAV
China Luncurkan Modul...
China Luncurkan Modul Sains Mengtian ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong
Pesawat yang Hilang...
Pesawat yang Hilang Selama 13 Tahun Akhirnya Ditemukan
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
7 jam yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
7 jam yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
8 jam yang lalu
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
8 jam yang lalu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
9 jam yang lalu
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
9 jam yang lalu
Infografis
Demo Bela Palestina,...
Demo Bela Palestina, Aktivis Iklim Swedia Ditangkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved