Gawat! Gunung Es di AS dan Antartika Mulai Terbelah

Sabtu, 08 Juli 2017 - 17:26 WIB
Gawat! Gunung Es di...
Gawat! Gunung Es di AS dan Antartika Mulai Terbelah
A A A
CALIFORNIA - Gambar satelit kemarin mengungkapkan gambar gunung es yang memiliki ukuran lebih besar dari Delaware di Amerika Serikat mulai merekah di Antartika Barat.

Badan Antariksa Eropa (ESA) menginformasikan, bongkahan dari daerah Larsen C, salah satu gunung es terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah terekam kamera satelit akan hanyut sekitar 6,600 kilometer persegi.

Kedalaman bongkahan itu di bawah permukaan laut mencapai 210 meter atau 60 kaki.

"Rekahan es itu kini berukuran 200 kilometer panjang dan hanya lima kilometer antara ujung rekahan dengan lautan," ujar ESA dalam sebuah pernyataan.

sebelumnya, patahan panjang seluas 5.000 kilometer persegi pada kawasan es Larson C di bagian utara Antartika tiba-tiba muncul pada Desember lalu, kini hanya tersisa 20 kilometer es yang dapat menahan potongan agar tidak putus dan mengambang.

Hilangnya es dengan ukuran sebesar itu dinilai akan membuat kawasan es keseluruhan lebih rentan terpecah. Larsen C memiliki ketebalan 350 meter dan mengambang di lautan di pinggir Antartika Barat, sehingga menahan arus gletser yang masuk ke sana.

Gawat! Gunung Es di AS dan Antartika Mulai Terbelah


Sebenarnya, peneliti sudah mencatat perpecahan di Larsen C selama beberapa tahun lalu, setelah runtuhnya kawasan es Larsen A pada 1995 dan perpecahan secara tak terduga di Larsen B pada 2002.

Tahun lalu, peneliti dari Project Midas Inggris melaporkan bahwa patahan di Larsen C menjalar dengan cepat. Desember lalu, kecepatan patahan tersebut meningkat pesat, tumbuh 18 km hanya dalam beberapa minggu.

"Jika es ini tidak putus dalam beberapa bulan ke depan, saya kagum," ucap Pemimpin Proyek, Profesor Adrian Luckman dari Swansea University melansir BBC News.

Penyebabnya, menurut para peneliti ini karena situasi geografis, bukan iklim. Patahan tersebut sudah terjadi selama beberapa dekade, tapi menurut mereka, muncul dengan cepat dalam beberapa waktu belakangan. Penghangatan iklim memicu pemisahan gunung es, namun ilmuwan mengatakan mereka tak punya bukti langsung untuk mendukung asumsi tersebut.

Saat mengambang di lautan, gunung es yang terpisah tersebut tidak akan meningkatkan tinggi permukaan laut. Namun, jika kawasan es yang tersisa semakin pecah, maka akan menghasilkan gletser yang hanyut dari dataran di belakangnya dan mempercepat jalannya di lautan, es yang tidak mengambang itu akan mempengaruhi ketinggian permukaan laut.

Berdasarkan perkiraan, jika semua es di Larsen C masuk ke laut, maka perairan dunia akan naik 10 centimeter.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
57 menit yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
6 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
10 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved