e-Commerce Malaysia Ekspansi ke Indonesia

Rabu, 21 Juni 2017 - 03:03 WIB
e-Commerce Malaysia...
e-Commerce Malaysia Ekspansi ke Indonesia
A A A
JAKARTA - Affiliate Junction (AJ) besutan iSYNERGY Group of Companies (iSYNERGY) yang mulai diperkenalkan di Indonesia pada akhir 2016, meluncurkan program inovatif yang menawarkan pengalaman belanja online ekstra hemat, bahkan dapat mencetak ribuan entrepreneur baru yang bergerak di bidang pemasaran afiliasi, melalui program yang bernama Smart$aver (S$). “Smart$aver merupakan cara ideal untuk Shop Smart, Save Smart secara online. Smart$aver menghubungkan merchant dan konsumen dengan menyajikan sistem reward berupa Cash Points dan Reward Points setiap berbelanja online pada merchant apapun yang terdaftar dalam laman Smart$aver Indonesia, www.smartsaver.id,”kata Deputy General Manager I Synergy International (M) Sdn Bhd, YD Leong dalam keterangan tertulisnya Selasa (20/6/2017).

Affiliate Junction merupakan model pemasaran afiliasi berplatform e-commerce yang akan diterapkan di berbagai negara di kawasan ASEAN. Berdiri sejak tahun 2008 di Malaysia dibidani oleh Dato’ Lawrence Teo, iSYNERGY kini memiliki 14 Pusat Pelatihan di Negeri Jiran. Perusahaan induk, iSynergy Group Limited telah sukses terdaftar di Australian Securities Exchange (ASX) pada Maret 2017. Di Indonesia, AJ dikelola dan beroperasi di bawah bendera PT Inovatif Sinergi Internasional.

Di Smart$aver, terdapat lebih dari 100 toko online atau merchant antara lain Mataharimall , Zalora, Lazada, Pegipegi, Tees.co.id, Berrybenka, Blibli.com, Hijabenka, Kliknklik, Alfacart, Agoda, Gogomall, dan lain sebagainya. Menurut Founder iSYNERGY yang juga menjabat sebagai CEO Dato’ Lawrence Teo, Indonesia merupakan pasar yang potensial. Pasalnya, Indonesia merupakan rumah bagi 137 juta pengguna internet. Data dari Social Research & Monitoring soclab.co menunjukkan, pada 2015 pengguna internet di Indonesia mencapai 93,4 juta dengan 77 persen di antaranya mencari informasi produk dan belanja online. Pada 2016, jumlah online shopper mencapai 8,7 juta orang dengan nilai transaksi sekitar USD4,89 miliar.

“Bila merujuk pada populasi penduduknya, potensi perkembangan e-commerce di Indonesia sangat besar. Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pelaku ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan proyeksi nilai transaksi e-commerce 130 miliar dolar Amerika per tahun pada 2020 bukanlah hal yang mustahil,” katanya.
(dmd)
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
7 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
13 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
14 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
18 jam yang lalu
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
22 jam yang lalu
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
2 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved