Jokowi Dinilai Lambat Bentuk Pasukan Siber

Minggu, 18 Juni 2017 - 06:00 WIB
Jokowi Dinilai Lambat...
Jokowi Dinilai Lambat Bentuk Pasukan Siber
A A A
PRESIDEN Joko Widodo meneken peraturan presiden (perpres) tentang pembentukan badan khusus yang mengurusi keamanan siber, mulai dari peretasan, penyadapan, hingga hoaks.

Itu semua bermula dari serangan ransomware bernama Wannacry, satu dari sekian banyak jenis malware atau program komputer jahat yang menyerang perangkat komputer di seluruh dunia. Dua instansi kesehatan, yakni Rumah Sakit Anak Bersalin (RSAB) Harapan Kita dan Rumah Sakit Kanker Dharmais yang keduanya berada di Jakarta, dilaporkan terkena serangan. Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis kabar terkait serangan siber ini.

Serangan di Indonesia ini sebenarnya bukan kali pertama. Sebab, menurut lembaga Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure pada 2015, Indonesia menjadi salah satu negara yang sering dan banyak menerima serangan malware.

Atas dasar inilah Jokowi langsung bereaksi. Tapi, apa yang dilakukan Jokowi itu bukan langkah baru. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2014-2015, Tedjo Edhy Wibowo langsung mewacanakan pembentukan Badan Siber Nasional agar dapat melindungi seluruh institusi pemerintahan dari penyadapan, termasuk Presiden menyusul hebohnya kabar penyadapan jaringan telepon oleh Australia dan Selandia Baru yang dibocorkan WikiLeaks.

Indonesia bisa dikatakan tertinggal dalam pertahanan siber. Filipina sudah membahas rencana keamanan siber nasional sejak 2004. Malaysia memiliki Cyber Security Malaysia yang bertugas mengawasi keamanan siber nasional dan berada di bawah Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia (MOSTI).

Singapura juga telah membentuk Cyber Security Agency (CSA) pada Maret 2015 dan menjadi bagian Departemen Perdana Menteri. Lembaga ini bertanggung jawab mengawasi seluruh keamanan dan kemampuan siber negara. Negara-negara lain yang telah memiliki lembaga siber adalah Amerika Serikat, Kanada, serta Brunei Darussalam.

Ingin tahu soal bahasan pasukan siber ini? Simak selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi No 16-17/VI/2017 yang terbit Senin (19/6/2017).
Jokowi Dinilai Lambat Bentuk Pasukan Siber
(bbk)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Pemutakhiran Sistem...
Pemutakhiran Sistem Siber Dinilai Penting untuk Keamanan
Tips Menghindari Kejahatan...
Tips Menghindari Kejahatan Modus Modifikasi APK dan Link Phising
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
2 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
13 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
18 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
19 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
23 jam yang lalu
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
1 hari yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved