Teknologi Deteksi Penyakit Melalui Bau Badan Diperkenalkan

Kamis, 04 Mei 2017 - 09:01 WIB
Teknologi Deteksi Penyakit...
Teknologi Deteksi Penyakit Melalui Bau Badan Diperkenalkan
A A A
BOSTON - Sebuah mesin yang mampu mendeteksi penyakit melalui bau seseorang, kini sedang dikembangkan oleh sekelompok ilmuwan melalui penggunaan alat detektor chip silikon seperti kartu sim ponsel.

Pendiri yang juga Presiden pengoperasian Owlstone, Billy Boyle mengatakan, mesin itu dihasilkan akibat penyakit kanker usus besar yang diderita istrinya, Kate Gross gagal terdeteksi dini sehingga menyebabkan kematian.

Boyle yang merupakan insinyur elektronik mendirikan perusahaan itu bersama dua rekannya pada 2004 untuk mengembangkan alat pendeteksi senjata kimia dan bahan peledak di Cambridge, Inggris, namun mengubah fokus bisnisnya ke alat detektor medis dengan menekankan penyakit kanker.

Owlstone menyalurkan USD23,5 juta bagi menghasilkan teknologi analisis bau itu kepada para dokter dengan Layanan Kesehatan Nasional Inggris membiayai 3.000 tes percobaan klinis untuk alat detektor tersebut untuk kanker paru-paru.

Chip yang dihasilkan itu dilapisi berbagai jenis logam dan elektroda emas kecil yang bertindak sebagai filter bahan kimia. Molekul dalam sampel bau akan diionkan terlebih dahulu sebelum tenaga listrik disalurkan untuk mengaktifkan bahan kimia detektor dalam chip tersebut.
i
"Alat ini dapat diprogram untuk mengendus apa juga bau-bauan dengan hanya mengganti Perangkat Lunak," kata Boyle seperti dilansir dari The New York times.

Jelasnya, alat tersebut bisa digunakan untuk melakukan tes percobaan penyakit kanker kolorektal atau mendeteksi penyakit lain seperti usus.

Perusahaan tersebut juga menangani tes percobaan 1.400 subjek dengan kerja sama Universitas Warwick untuk mendeteksi kanker kolon melalui sampel air kencing.

Selain itu, penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengidentifikasi apakah chip yang dihasilkan dapat membantu menentukan obat terbaik untuk pasien asma dengan mengisolasi molekul pernapasan pasien.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
7 jam yang lalu
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
12 jam yang lalu
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
15 jam yang lalu
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
1 hari yang lalu
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
1 hari yang lalu
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
1 hari yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved