China Kembali Luncurkan Pesawat Kargo Antariksa Tanpa Awak

Jum'at, 21 April 2017 - 21:09 WIB
China Kembali Luncurkan...
China Kembali Luncurkan Pesawat Kargo Antariksa Tanpa Awak
A A A
BEIJING - China meluncurkan pesawat antariksa tanpa awak yang pertama dalam sebuah misi untuk bergabung dengan stasiun antariksa milik China lainya hari Kamis (20/4/2017).

Seperti dilansir dari Rocketnews,Tianzhou-1 diluncurkan pada pukul 7:41 pagi waktu setempat, dibawa oleh roket generasi terbaru Long March 7 yang diluncurkan dari lokasi peluncuran pesawat antariksa China terbaru, Wenchang, di pulau Hainan.

Beberapa menit kemudian, sesaat setelah pesawat antariksa tersebut mengudara, petugas sistem kendali di pinggiran Beijing menyatakan bahwa misi tersebut berlangsung sukses.

Pesawat antariksa ini diprogram untuk melakukan eksperimen ilmiah setelah berhasil mencapai Tiangong 2, stasiun antariksa China yang kedua. Sepasang astronot China menghabiskan waktu selama 30 hari berada di atas Tiangong 2 tahun lalu, namun kini stasiun itu kosong tanpa awak.

Sistem komunikasi dengan stasiun eksperimental Tiangong 1, yang kini tidak dipakai lagi, telah diputus tahun lalu. Tiangong 1 diperkirakan akan terbakar saat memasuki atmosfer bumi.

Seperti dilansir dari Rocketnews, China tidak dilibatkan ke dalam program Stasiun Antariksa Internasional (ISS), terutama karena undang-undang Amerika Serikat yang melarang kerjasama tersebut dan adanya kekhawatiran mengenai koneksi kuat program luar angkasa China dengan kepentingan militer.

Namun, pejabat China sekarang justru ingin melakukan “internasionalisasi” program stasiun antariksa mereka sendiri, dengan menawarkan bantuan bagi misi negara-negara lain untuk dikirim ke Tiangong 2.

Sejak China melakukan misi antariksa pertama pada tahun 2003, mereka telah mendaratkan penjelajah antariksa ‘Jade Rabbit’-nya di bulan. China menargetkan misi lainnya untuk pada tahun 2020 mendaratkan penjelajah antariksa di planet Mars dan untuk mengambil sampel dari planet merah itu ke bumi. China juga berencana untuk menjadi negara pertama yang mendaratkan misi eksplorasi antariksa pada sisi permukaan yang lebih jauh di bulan.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
8 jam yang lalu
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
11 jam yang lalu
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
20 jam yang lalu
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
1 hari yang lalu
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
1 hari yang lalu
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
1 hari yang lalu
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved