Blokir Situs Makin Masif, Pemerintah Diminta Bijak dan Selektif

Kamis, 05 Januari 2017 - 10:27 WIB
Blokir Situs Makin Masif,...
Blokir Situs Makin Masif, Pemerintah Diminta Bijak dan Selektif
A A A
JAKARTA - Banyaknya berita hoax di media sosial membuat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergerak cepat dengan menggulirkan program literasi positif di awal 2017. Tidak hanya itu, pemerintah lewat Kemenkominfo secara aktif makin masif melakukan pemblokiran terhadap portal berita yang dianggap meresahkan.

Kominfo sendiri menjelaskan pemblokiran berasal dari usulan Polri dan BIN, terutama situs yang mengarahkan masyarakat pada tindakan terorisme. Kominfo juga membuka akses Trust Positif, sebuah mekanisme pelaporan yang bisa dilakukan masyarakat langsung.

Pakar keamanan cyber Pratama Persadha menyambut baik upaya pemerintah dalam meminimalkan tersebarnya konten negatif. Namun, dia menekankan keterbukaan Kominfo dalam merilis prosedur dan alasan sebuah situs diblokir.

“Tentu ini baik, tapi masyarakat harus tetap mendapatkan penjelasan yang proporsional dan jelas. Jangan sampai nanti malah terkesan represif," ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Kamis (5/1/2016)

"Apalagi untuk memblokir sebuah situs, terutama portal berita misalnya, perlu juga melibatkan dewan pers, kecuali bila situs yang diblokir memang tidak jelas kepemilikan dan keberadaannya,” terang Pratama.

Chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini menuturkan, cukup riskan bila blokir-blokir ini tidak disertai hak dari para pemiliknya untuk melakukan penjelasan. Ini berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Pemerintah sebaiknya memberikan penjelasan bagaimana tahapan-tahapan dan alasan terperinci pemblokiran, sehingga bisa diterima masyarakat luas.

“Pemerintah harus menghindari terjadinya chaos di wilayah cyber Tanah Air. Menghindarkan masyarakat dari berita hoax sangat baik. Namun jangan sampai karena kurangnya sosialisasi menjadikan ini sebagai area perang baru dari orang-orang yang jago di dunia maya,” tandasnya.
(dmd)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Kejahatan Siber Bisa...
Kejahatan Siber Bisa Mengancam Reputasi Bisnis, Kenali Modusnya
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
Singgung Data Pribadi,...
Singgung Data Pribadi, DPR Dorong Indonesia Punya Cyber Army
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
5 jam yang lalu
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
7 jam yang lalu
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
18 jam yang lalu
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
19 jam yang lalu
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
22 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved