Tagline Seduluran Saklawase, Jadi Semangat Anggota SYOG
Kamis, 17 November 2016 - 09:35 WIB
Tagline Seduluran Saklawase, Jadi Semangat Anggota SYOG
A
A
A
SEMARANG - Komunitas Semarang Yaris Owner Group (SYOG) tidak hanya sebagai wadah untuk berkumpul, saling berbagi tips dan pengalaman sesama pemilik mobil Yaris. Tapi komunitas yang sudah berdiri sejak 2006 ini juga memiliki misi kemanusiaan, yang dilakukan melalui berbagai kegiatan bakti sosial yang digelar secara rutin.
Ketua SYOG Arya Mutiara Saktiawan mengatakan, kegiatan utama memang kumpul bersama dan juga touring. Namun bakti sosial juga selalu menjadi program wajib untuk dijalankan.
”Program bakti sosial dilakukan kondisional, namun paling tidak setiap tahun dilakukan, mulai dari bantuan ke panti sosial, pembagian takjil saat bulan Ramadan, sampai saur on the road,” katanya beberapa waktu lalu.
Ia mengaku, untuk touring menjadi agenda wajib yang diadakan setiap beberapa bulan sekali. Misal, Januari 2016 ke Guci, April ke Jepara, Mei ke Pacitan, dan Agustus ke Dieng.
“Keanggotan SYOG saat ini sudah mencapai 50 anggota, yang berasal dari Semarang beberapa daerah yang berdekatan dengan ibu kota Jateng ini. Misalnya, Ungaran, Demak, Karangjati, Kudus, dan Jepara,” imbuhnya.
Ditambahkannya, SYOG membuka diri untuk semua orang yang ingin bergabung. Syaratnya yang utama tentunya adalah memiliki mobil Yaris. Selain itu, calon anggota baru juga diwajibkan membayar pendaftaran sebesar Rp 265 ribu untuk mengganti uang seragam serta stiker yang akan dipasang di mobil.
Mantan Ketua SYOG periode 2010-2014, Arief Dwi Putranto menceritakan, SYOG awal mulanya bernama Semarang Yaris Community (SYC) sampai 2008. Kemudian beberapa anggota SYC yang jumlahnya masih 10 orang saja, bertemu dengan beberapa anggota lainnya hingga akhirnya memutuskan mengganti nama menjadi SYOG.
“Setelah sempat vakum beberapa tahun lamanya, saat ini SYOG sudah aktif kembali, dengan berbagai kegiatan,” ucapnya.
Dengan tagline “Seduluran Saklawase” diharapkan bisa menimbulkan banyak kegiatan positif yang digelar oleh SYOG itu. Tidak hanya kegiatan untuk mempererat persaudaraan antar anggota, namun juga untuk masyarakat luas.
Yudo Widagdo, salah satu anggota dari SYOG mengaku sudah bergabung sejak 2013 yang lalu. Sejak bergabung, dirinya mendapatkan banyak manfaat dan juga pelajaran, mulai dari kedisiplinan dan hormat menghormati.
”Saya kebetulan suka bepergian, seperti touring, akhirnya saya memutuskan diri bergabung dengan SYOG,” ujarnya.
Ketua SYOG Arya Mutiara Saktiawan mengatakan, kegiatan utama memang kumpul bersama dan juga touring. Namun bakti sosial juga selalu menjadi program wajib untuk dijalankan.
”Program bakti sosial dilakukan kondisional, namun paling tidak setiap tahun dilakukan, mulai dari bantuan ke panti sosial, pembagian takjil saat bulan Ramadan, sampai saur on the road,” katanya beberapa waktu lalu.
Ia mengaku, untuk touring menjadi agenda wajib yang diadakan setiap beberapa bulan sekali. Misal, Januari 2016 ke Guci, April ke Jepara, Mei ke Pacitan, dan Agustus ke Dieng.
“Keanggotan SYOG saat ini sudah mencapai 50 anggota, yang berasal dari Semarang beberapa daerah yang berdekatan dengan ibu kota Jateng ini. Misalnya, Ungaran, Demak, Karangjati, Kudus, dan Jepara,” imbuhnya.
Ditambahkannya, SYOG membuka diri untuk semua orang yang ingin bergabung. Syaratnya yang utama tentunya adalah memiliki mobil Yaris. Selain itu, calon anggota baru juga diwajibkan membayar pendaftaran sebesar Rp 265 ribu untuk mengganti uang seragam serta stiker yang akan dipasang di mobil.
Mantan Ketua SYOG periode 2010-2014, Arief Dwi Putranto menceritakan, SYOG awal mulanya bernama Semarang Yaris Community (SYC) sampai 2008. Kemudian beberapa anggota SYC yang jumlahnya masih 10 orang saja, bertemu dengan beberapa anggota lainnya hingga akhirnya memutuskan mengganti nama menjadi SYOG.
“Setelah sempat vakum beberapa tahun lamanya, saat ini SYOG sudah aktif kembali, dengan berbagai kegiatan,” ucapnya.
Dengan tagline “Seduluran Saklawase” diharapkan bisa menimbulkan banyak kegiatan positif yang digelar oleh SYOG itu. Tidak hanya kegiatan untuk mempererat persaudaraan antar anggota, namun juga untuk masyarakat luas.
Yudo Widagdo, salah satu anggota dari SYOG mengaku sudah bergabung sejak 2013 yang lalu. Sejak bergabung, dirinya mendapatkan banyak manfaat dan juga pelajaran, mulai dari kedisiplinan dan hormat menghormati.
”Saya kebetulan suka bepergian, seperti touring, akhirnya saya memutuskan diri bergabung dengan SYOG,” ujarnya.
(dol)