Diserbu Aplikasi Esek-esek, Polri Minta Kemenkominfo Tak Tutup Mata

Kamis, 15 September 2016 - 21:03 WIB
Diserbu Aplikasi Esek-esek,...
Diserbu Aplikasi Esek-esek, Polri Minta Kemenkominfo Tak Tutup Mata
A A A
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendesak pemerintah memblokir aplikasi jaringan prostitusi alias esek-esek untuk diblokir di Indonesia. Beberapa diantaranya yakni Blued, GUYZ, Hornet, Grindr, Fem, LOLA, Bigo dan masih banyak lagi. Aplikasi tersebut cukup meresahkan.

Belum lama ini Polri menangkap tiga orang dari kelompok kriminal pekan lalu dan meyakiini aplikasi yang ditemukan di iPad pelaku digunakan melancarkan aksi kejahatannya.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengatakan bahwa pihaknya mendapati 18 aplikasi lain yang serupa dengan Grindr yang digunakan di Indonesia, dan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk melakukan pemblokiran.

'Kami harapkan, dengan kewenangan yang dimiliki Kemenkominfo, akan membuat keputusan yang tepat dan memberlakukan blokir," tutur Agung seperti dilansir Daily

Pemegang smartphone canggih akan dengan mudah mengunduhnya baik di Android maupun iOS. Untuk aplikasi Blued sendiri misalnya, di Android sudah diunduh oleh 100 ribu pengguna smartphone. Tercatat ada 1.683 orang yang sudah memberikan rating atau penilaian terhadap aplikasi tersebut.

Lewat aplikasi itu, para anggota bisa melihat profil, foto, blog, dan informasi kontak. Bahkan mereka bisa mengirim teks atau pesan suara, foto, dan lokasi akurat.

Selain Blued, Aplikasi Bigo Live kini tengah populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sayangnya, beberapa oknum memanfaatkan aplikasi ini untuk melakukan perbuatan amoral.

Pengguna dapat dengan mudah masuk ke dalam aplikasi Bigo Live. Selain itu, pengguna juga bebas memilih berbagai broadcaster (penyiar) yang sedang melakukan live streaming, termasuk bisa memilih broadcaster yang mengenakkan pakaian seksi dan melakukan gestur yang tidak pantas. Hal seperti ini, tentu tidak pantas dilihat oleh pengguna yang masih di bawah umur atau anak-anak.

Satu hal yang perlu dicermati adalah ketiadaan filter usia saat pengguna melakukan login. Pengguna hanya perlu memberikan akun Google, Facebook, ataupun Twitter. Jika masyarakat bebas masuk, bukan tidak mungkin, pengguna anak-anak pun dapat melihat tayangan tidak pantas di Bigo Live.

Di Google Play sendiri, terdapat ketentuan mengenai rating dari tiap aplikasi. Untuk aplikasi Bigo Live, pengguna diharuskan sudah berusia 12 tahun ke atas sebelum memasang aplikasi ini.
(wbs)
Berita Terkait
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Memetakan Tanggung Jawab...
Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid...
Menkomdigi Meutya Hafid Kunker Perdana ke NTT, Cek Jaringan Internet dan Dialog dengan Pelajar
Program Donasi Internet...
Program Donasi Internet Berbagi Tanpa Batas
Berita Terkini
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
3 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
9 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
13 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved