Beberapa Akun Lazada di Indonesia Berhasil Jebol, Ini Komentar Pakar

Rabu, 13 April 2016 - 00:15 WIB
Beberapa Akun Lazada...
Beberapa Akun Lazada di Indonesia Berhasil Jebol, Ini Komentar Pakar
A A A
JAKARTA - Netizen sedang ramai perihal bobolnya beberapa akun Lazada di Indonesia. Lazada sendiri mengklaim bahwa sistemnya tidak jebol. Menurut Lazada, kemungkinan besar adanya phising terhadap akun korban, sehingga peretas berhasil mengambil username dan password.

Pakar keamanan cyber Pratama Persadha dalam keterangan persnya Selasa (12/4/2016) menjelaskan bahwa yang paling utama adalah peningkatan keamanan pada sistem e-Commerce. Menurutnya tidak bisa begitu saja menyalahkan konsumen sebagai pengguna.

“e-Commerce ini industri besar di era digital, tentu harusnya punya modal kuat untuk meningkatkan keamanan pada sistem mereka. Kalau benar phising, minimal pada sistem e-Commerce bisa mendeteksi awal dan secara otomatis mengaktifkan model keamanan two factor authentification misalnya,” jelas Pratama.

Ditambahkan olehnya, penggunaan kartu kredit dalam proses pembayaran adalah salah satu yang diincar oleh peretas. Karena itu, perlu mendapat perhatian cukup serius dari para pelaku e-Commerce di tanah air.

“Masih ada e-Commerce yang dalam transaksi lewat kartu kredit tidak menggunakan otentifikasi tambahan lewat nomor seluler misalnya, jelas ini sangat disayangkan. Lalu sejauh mana pengamanan informasi kartu kredit, publik sebagai konsumen juga harus diberitahu dan diyakinkan,” terangnya.

Untuk diketahui, para korban menyadari akun Lazada-nya diretas setelah menerima email konfirmasi pembelian dan pembayaran. Padahal mereka sama sekali tidak melakukan aktivitas pembelian di Lazada. Cross site scripting, modus phising dengan inject script di web resmi juga kemungkianan dilakukan para pelaku, sehingga user tidak sadar terjadi identity thieft atau pencurian username dan password.

“Kita mengapresiasi dengan adanya konfirmasi pembelian dan pembayaran. Namun tentu diperlukan model pengamanan sistem e-Commerce lebih dari itu. Adopsi two factor authentification serta teknologi enkripsi yang lebih kuat dan yang paling penting perbaikan model edukasi pada konsumen, terutama terkait official SMS dan email,” jelas Chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Pratama juga berharap kedepan pemerintah lebih bisa mengatur regulasi e-Commerce agar keberadaanya tidak hanya mengeruk pundi rupiah dari masyarakat, tapi juga memastikan keamanannya.

“Selama ini yang ramai tentang e-Commerce hanya soal pajak saja. Dengan kejadian ini semoga pemerintah bisa cukup perhatian untuk memaksa e-Commerce yang beroperasi di Indonesia mau menerapkan standar keamanan yang tinggi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir,” tegasnya.

Data Kemenkominfo sendiri menunjukkan kenaikan signifikan transaksi e-Commerce di Indonesia. Diperkirakan nilai transaksi e-Commerce tahun 2016 mencapai US$ 4,89 miliar, naik dari tahun 2015 sebesar USD3,56 miliar.
(dol)
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
2 jam yang lalu
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
8 jam yang lalu
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
1 hari yang lalu
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
1 hari yang lalu
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
2 hari yang lalu
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
2 hari yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved