Peneliti Belanda Kembangkan Sayuran di Planet Mars dan Bulan

Minggu, 13 Maret 2016 - 15:41 WIB
Peneliti Belanda Kembangkan...
Peneliti Belanda Kembangkan Sayuran di Planet Mars dan Bulan
A A A
AMSTERDAM - Dengan kemajuan teknologi apa saja bisa dikerjakan, walaupun itu sangat susah dipahami dan dilakukan. Seperti yang dikerjakan para peneliti dari Wageningen University & Research Center Belanda yang mengembangkan tanaman di luar angkasa.

Awalnya terinspirasi dari film The Martian, untuk bisa benar-benar mengembangkan lahan perkebunan di luar angkasa terutama di pelanet Mars. Para peneliti ini berhasil mencapai tahap awal menuju hal tersebut.

Seperti dilansir dari Geek, Minggu (13/3/2016), tim peneliti yang dipimpin oleh Wieger Wamelink ini berhasil menanam tanaman di tanah yang mempunyai komposisi mirip dengan tanah di Planet Mars.

Para peneliti sebenarnya mempunyai dua komposisi tanah luar angkasa yang berbeda. Tentu saja kedua tanah tersebut merupakan tanah luar angkasa tiruan. Satu merupakan tiruan dari tanah mars, sedangkan yang lain adalah tiruan dari tanah di bulan. Kedua jenis tanah tersebut bukanlah tanah yang secara langsung didapatkan dari bulan ataupun mars.

Sebagai informasi, tanah tiruan yang mirip dengan tanah di planet Mars diambil dari gunung di Hawaii. Sedangkan tanah tiruan dari bulan diambil dari padang pasir di Arizona.

Keduanya dianggap mempunyai komposisi tanah yang mirip dengan tanah di Mars dan di bulan. Hal ini berdasarkan sebelumnya mereka memperoleh sample tanah mars dan bulan dari berbagai percobaan penerbangan luar angkasa.

Hasil penelitian mereka bahwa kedua tanah ini dapat digunakan secara langsung untuk bercocok tanam. Dengan menggunakan sistem pengairan yang tepat, tanaman seperti bayam, tomat dan berbagai macam sayuran lainnya bisa dikembangkan.

Dengan adanya penelitian ini, para astronot diharapkan dapat secara langsung mengaplikasikannya di mars dan bulan secara langsung. Dengan begitu, mereka bisa mengurangi biaya yang dibutuhkan agar dapat bertahan hidup di luar angkasa. Ide yang sangat menarik.
(dol)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
10 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
13 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
19 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
23 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved