JK Janji Akan Segera Atur Media Asing

Jum'at, 22 Januari 2016 - 10:55 WIB
JK Janji Akan Segera...
JK Janji Akan Segera Atur Media Asing
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) berjanji akan mengatur media asing yang masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan menanggapi bebasnya media luar merambah melalui teknologi internet, yang dikhawatirkan dapat merusak tatanan kehidupan dan iklim bisnis di Tanah Air.

Terlebih, selama ini kebanyakan di antara mereka tidak terjangkau pajak dan tidak memiliki badan usaha di Indonesia. Sementara keuntungan yang mereka raih dibawa ke luar negeri.

"Ya, untuk media asing ini akan kita atur. Namanya perkembangan teknologi memang sulit dibendung. Misal situs porno dan yang dianggap berbahaya dapat kita blokir. Hal ini (media asing) akan kita atur juga," ujar JK, dalam acara News Forum Indonesia 2016 Challenges and Opportunities di Gedung MNC News Center, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Dia menyebutkan pemerintah akan menggkoordinasikan aturan tersebut dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Mekominfo) untuk segera dibuatkan regulasi. "Nanti saya akan bicarakan dengan Menkomifo, untuk dibuatkan aturannya," imbuh JK. (Baca: Menkominfo: Netflix Akan Diatur jika Masuk Indonesia)

Sebelumnya, CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) mendesak pemerintah untuk cepat menyelesaikan aturan media asing. (Baca: HT: Kominfo harus Cepat Selesaikan Aturan Soal Online Asing)

"Persaingan itu bagus. Tapi, untuk media asing pemerintah harus meregulasi. Kalau tidak meregulasi bahaya. Secara komersial bahaya, secara hukum juga berbahaya. Aturan harus cepat, meski secara komersial menciptakan kompetisi baru, secara hukum melanggar hukum. Mereka tidak membayar pajak PPN tidak, pajak penghasilan tidak," ungkapnya, di Jakarta, Jumat (15/1/2016).

HT juga mengatakan, kehadiran online asing yang tidak berlisensi juga secara kepentingan nasional tidak baik. "Mereka media bisa menimbulkan opini publik," tegasnya.
(dmd)
Berita Terkait
Asosiasi E-commerce:...
Asosiasi E-commerce: Pemberantasan Thrifting Harus Hati-hati
Ultah ke-6 Perusahaan,...
Ultah ke-6 Perusahaan, OrderOnline Gali Terus Masukan Pengguna
Tren Pengguna E-commerce...
Tren Pengguna E-commerce Meningkat Hasilkan 6 Juta Paket per Hari
CIEIE EPSE 2024: Pameran...
CIEIE EPSE 2024: Pameran E-Commerce China-Indonesia Hadir di Jakarta
Dinamika E-commerce...
Dinamika E-commerce di 2024, Belanja lewat Live Streaming Jadi Daya Tarik
5 Perbedaan E-Commerce...
5 Perbedaan E-Commerce dan Social Commerce dalam Bisnis, Sering Dianggap Sama
Berita Terkini
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
30 menit yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
4 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
4 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
6 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
6 jam yang lalu
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
9 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved