Dunia Pendidikan Harus Adopsi Teknologi Informasi di Era Digital

Rabu, 23 Desember 2015 - 13:06 WIB
Dunia Pendidikan Harus...
Dunia Pendidikan Harus Adopsi Teknologi Informasi di Era Digital
A A A
JAKARTA - Dunia pendidikan kini tak bisa lepas dari internet dan teknologi informasi. Para siswa maupun mahasiswa kini masuk dalam kategori Gen Z, generasi yang sejak lahir dan besar dalam dunia internet. Untuk itu, dunia pendidikan mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diri dengan tantangan ini.

Pakar keamanan cyber menyampaikan, bahwa internet dengan segala teknologi yang mengikutinya harus bisa memudahkan mausia dalam belajara, baik formal di lembaga pendidikan maupun informal secara otodidak.

“Murid dan siswa di sekolah dan universitas kini seluruhnya hidup dalam jaman digital. Lembaga pendidikan maupun pengajarnya tidak bisa menghindari hal tersebut dan sebaiknya bisa mengikuti perkembangan jaman yang cukup cepat dewasa ini,” jelas chairman lembaga riset CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), Pratama Persadha dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/12/2015).

Dia menjelaskan, bahwa kini dunia digital sudah masuk dalam era Internet of Things. Bahkan, data yang tersalur ke server dan pusat penyimpanan tersebut diolah sehingga menghasilkan data baru yang bisa digunakan untuk banyak hal, misalnya pendidikan, bisnis, pertahanan dan industri.

“Internet of Things ini bisa dilihat dari tren saat ini. Ada jam pintar atau smartwatch, lalu ada Google Glass kacamata pintar besutan Google. Bahkan, perangkat rumah sudah banyak yang menggunakan sensor dan data seperti pendingin maupun penghangat udara. Semua didorong kearah digital yang memudahkan manusia, karena semua bisa dikontrol dan dibuat berjalan otomatis,” terang Pratama.

Untuk dunia pendidikan, sudah banyak teknologi yang bisa diadopsi. Kalau dulu hanya computer dan proyektor, kini lebih variatif. Ada e-Learning, e-Library, Data Streaming, ini semua memudahkan pengajar maupun siswa untuk berbagi dan mencari berbagai sumber mata pelajaran maupun perkuliahan.

“Namun sebaik apapun sistem akan kembali pada manusianya. Karena itu dibutuhkan proses pembelajaran terutama para pengajarnya. Tak hanya masalah teknis pemakaian, namun juga masalah keamanan,” jelas Pratama.

Faktor keamanan menjadi pertimbangan utama, karena dengan semakin terdigitalisasinya sistem pendidikan dan peralatannya, maka membuka peluang orang luar untuk masuk lewat celah sistem maupun kelalaian penggunanya. Karena itu kedepan untuk lebih aman dibutuhkan digital signature, untuk mengantisipasi penerobos maupun plagiat. Bahkan bisa digunakan dalam sistem Ujian Nasional online.

“Internet of Things menuntut kita untuk bijak memanfaatkan teknologi. Pertama agar bermanfaat, kedua agar sistem maupun gawai yang kita pakai aman tidak diterobos oleh pihak luar,” pungkasnya.
(dyt)
Berita Terkait
Antisipasi Hoaks dengan...
Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Menjaga Stabilitas Jaringan...
Menjaga Stabilitas Jaringan lewat Netmonk Internet Quality 
Serba 99 Ribu Ditambah...
Serba 99 Ribu Ditambah Cashback, Promo Kuota Internet Siap Diserbu di Aplikasi MotionPay!
Dari Sinyal ke Sentuhan,...
Dari Sinyal ke Sentuhan, PLN Icon Plus Terkoneksi Tanpa Sekat dengan Pelanggan ICONNET
Pemda Dinilai Bikin...
Pemda Dinilai Bikin Mahal Biaya Akses Internet di Indonesia
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
7 jam yang lalu
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
9 jam yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
10 jam yang lalu
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
19 jam yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
20 jam yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
20 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved