Diserang Ad Blocking, Industri Periklanan Masih Santai

Selasa, 22 Desember 2015 - 08:00 WIB
Diserang Ad Blocking,...
Diserang Ad Blocking, Industri Periklanan Masih Santai
A A A
JAKARTA - Fenomena Ad Blocking atau pemblokiran iklan terjadi dengan cepat dan dampaknya sama besar dengan fenomena video streaming. Para pelaku industri di Asia Pasifik berpendapat, masih ambil sikap santai.

"Industri periklanan perlu menanganggapi Ad Blocking dengan serius dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang akan hilang begitu saja. Manusia tidak akan pernah puas, dan teknologi terus berkembang. Ini yangn harus menjadi perhatian," ucap Head of Marketing Solutions LinkedIn untuk Asia Pasifik, Olivier Legrand dalam keteranga tertulis kepada Sindonews, Selasa (22/12/2015).

Dia menambahkan, saat ini konsumen banyak mengkonsumsi konten digital melalui mobile (khususnya aplikasi mobile) dimana software Ad Blocking tidak berfungsi, sehingga publisher tidak akan terpengaruh. Pengguna akan mencari pengalaman yang berbeda, dari cara-cara yang gencar dilakukan publisher yang terus berusaha mengambil keuntungan dari Ad Inventory.

"Mengedukasi konsumen atau pengguna bisa menjadi solusi untuk masalah tersebut. Jika pengguna mengerti sisi ekonomis dari web dan melihat iklan sebagai bagian dari transaksi yang mendukung terciptanya konten, mereka akan berhenti menginstal Ad Blocker. Meskipun hal ini terlihat baik secara teori, namun pada kenyataannya hal ini tidak bekerja sebaik yang diharapkan," papar Olivier.

Sulit untuk membuat pengguna menaruh simpati pada publisher, terutama ketika mereka diserbu iklan secara terus-menerus. Fenomena Ad Blocking ini nyata dan harus bisa menanganinya sebaik mungkin.

"Seiring dengan meningkatnya popularitas fenomena Ad Blocking, publisher yang ingin menang harus lebih berfokus pada pengalaman pengguna. Kita bisa lihat dari jumlah publisher yang memasang iklan pada konten berbayar," tandasnya.
(dyt)
Berita Terkait
Antisipasi Hoaks dengan...
Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Menjaga Stabilitas Jaringan...
Menjaga Stabilitas Jaringan lewat Netmonk Internet Quality 
Serba 99 Ribu Ditambah...
Serba 99 Ribu Ditambah Cashback, Promo Kuota Internet Siap Diserbu di Aplikasi MotionPay!
Dari Sinyal ke Sentuhan,...
Dari Sinyal ke Sentuhan, PLN Icon Plus Terkoneksi Tanpa Sekat dengan Pelanggan ICONNET
Pemda Dinilai Bikin...
Pemda Dinilai Bikin Mahal Biaya Akses Internet di Indonesia
Berita Terkini
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
1 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
1 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
2 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
3 jam yang lalu
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
6 jam yang lalu
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved