Pakar Cyber: Sinyal Satelit Televisi Gampang Diganggu

Minggu, 18 Oktober 2015 - 00:52 WIB
Pakar Cyber: Sinyal...
Pakar Cyber: Sinyal Satelit Televisi Gampang Diganggu
A A A
JAKARTA - Gangguan sinyal yang menyerang stasiun televisi MNCTV menjadi perhatian untuk meningkatkan keamanan jaringan digital berbasis teknologi informasi (TI) di Tanah Air. Di mana sistem penyiaran berbasis satelit dan radio ini rawan diserang gangguan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Itu yang diacak sinyal. Kan, siaran TV menggunakan sinyal satelit dan radio... gampang sekali di jamm," ujar pakar keamanan cyber Pratama Persadha menanggapi kasus ini saat dihubungi Sindonews melalui pesan singkatnya, Rabu (18/10/2015).

Diberitakan sebelumnya, siaran MNCTV pada Kamis dan Jumat lalu mengalami gangguan siaran gelap yang menimpa frekuensi, pada Kamis, 15 Oktober pukul 16.45 - 18.40 WIB dan Jumat, 16 Oktober pukul 16.30-20.00 WIB.

Kejadian ini sangat mengganggu kenyamaan pemirsa stasiun televisi milik MNC Group tersebut. Tindakan tersebut juga tergolong pelanggaran tindak pidana. (Baca: MNCTV Diganggu Siaran Gelap)

Pihak MNCTV sudah melaporkan kejadian tersebut kepada regulator dalam hal ini Kementerian Kominfo. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pemegang regulasi penyiaran itu. (Baca: Ini Tower Pengganggu Siaran MNCTV di Tangerang)

Dalam pernyataannya di running text pihak MNCTV meminta maaf kepada permisa dan menunggu tindakan konkret Kementerian Kominfo untuk memberikan tindakan kepada pengelola siaran gelap tersebut.

Di sisi lain, Pratama dalam berbagai kesempatan beberapa waktu lalu mengingatkan pentingnya sistem keamanan data dan sistem informasi teknologi di Tanah Air.

Menurutnya, sistem pengaman data yang dimiliki pemerintah saat ini masih tergolong lemah. Meskipun beberapa waktu silam ditemukan adanya pencurian data namun belum cukup menyadarkan pemerintah untuk meningkatkan keamanan. (Baca: Harus Ada Sanksi Pelanggaran Frekuensi Siaran)

"Hasil yang kita peroleh dari beberapa penelitian sistem yang pemerintah punya hampir 85-90% masih banyak celah keamanan. Ada celah keamanan yang perlu kita perbaiki," ujar Pratama, Kamis (23/4/2015).

Dia pun menyarankan agar pemerintah bisa melakukan upaya penangkal untuk menghindari kegiatan peretasan. Salah satunya dengan menggunakan algoritma enkripsi terkni yang kuat mengurangi pencurian data. "Data bisa diambil namun tidak bisa dibaca," pungkasnya.
(dmd)
Berita Terkait
Jadwal Live Televisi...
Jadwal Live Televisi MNC Group Fase Grup Piala Eropa 2020
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi dan DKV MNC University Belajar Proses Produksi Program TV di MNC TV
MNC TV Apresiasi Kerja...
MNC TV Apresiasi Kerja Keras Tim di MNC Sport Competition
Cara Setting Parabola...
Cara Setting Parabola untuk Nonton TV Digital
Turnamen Tenis Meja...
Turnamen Tenis Meja MNC Sport Competition, MNC TV: Wadah Menjajal Skill
James Spader Sebut Reddington...
James Spader Sebut Reddington di The Blacklist Sebagai Antihero
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
8 jam yang lalu
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
12 jam yang lalu
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
21 jam yang lalu
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
1 hari yang lalu
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
1 hari yang lalu
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
1 hari yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved